Bagikan

Laba Ecocare (HYGN) Tergerus 7,7% di Tengah Lompatan Pendapatan 30,8%, Ini Penyebabnya

JAKARTA, investortrust.id –Emiten penyedia jasa higienitas dan pengendalian hama nasional, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30,8% tahun ke tahun (YoY) per 30 September 2024.

Group Chief Executive Officer HYGN, Wincent Yunanda menyampaikan, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh kinerja yang kuat di ketiga divisi bisnis. Pendapatan dari layanan jasa higienitas/sanitasi naik sebesar 10,6%, dari Rp110,93 miliar pada kuartal III-2023 menjadi Rp122,67 miliar pada kuartal III-2024.

Layanan jasa kebersihan mengalami lonjakan sebesar 68,6%, dari Rp 45,8 miliar tahun lalu menjadi Rp 77,23 miliar, dan layanan pengendalian hama mengalami peningkatan sebesar 66,9%, dari Rp 14,38 miliar menjadi Rp 24 miliar.

‘’Pertumbuhan yang kuat ini mencerminkan permintaan pasar yang kuat di semua segmen bisnis,’’ urai Wincent dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2024).

Baca Juga

Adi Sarana (ASSA) Kompak Catatkan Lompatan Pendapatan dan Laba hingga Kuartal III

Meskipun terjadi pertumbuhan pendapatan, margin dan laba bersih/PAT menurun sebesar 7,7% secara YoY pada kuartal III-2024, dari Rp 11,21 miliar pada periode yang sama tahun 2023 menjadi Rp 10,35 miliar.

Dijelaskan, penurunan terutama disebabkan oleh bauran penjualan, biaya yang lebih tinggi yang timbul karena berekspansi ke pasar-pasar baru , dan beberapa biaya sekali pakai seperti biaya pencatatan dalam bentuk ESA/ESOP pada tahun 2024, kurangnya pendapatan lain yang distribusikan pada penjualan aset sekali pakai, dan lainnya. Tidak termasuk biaya sekali pakai, total laba bersih/PAT perseroan tahun ini akan lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

Meski laba turun, neraca keuangan HYGN tetap sehat dengan kas sebesar Rp 25,3 miliar dan ratio hutang yang rendah, dan ini menunjukkan sikap kehati-hatian keuangan dan likuiditas perseroan.

Memasuki kuartal keempat, HYGN mengaku tetap optimistis tentang prospek untuk sisa tahun 2024. Dikatakan, dengan peningkatan permintaan musiman yang diperkirakan akan terjadi selama periode akhir tahun perseroan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan penjualan tahunan.

Fokus HYGN adalah terus meningkatkan kinerja perseroan dan melanjutkan existing project yang sudah berjalan dan melakukan inisiatif efisiensi biaya operasional.

Group Chief Executive Officer HYGN, Wincent Yunanda, mengatakan setelah IPO tahun ini, perseroan terus berupaya meningkatkan pendapatan, membangun infrastruktur internal, berekspansi ke pasar baru, dan memulai upaya rebranding.

Baca Juga

Harga Emas Melesat Rp 8.000 per Gram, Cek Rincian Berikut

‘’Inisiatif ini sedikit memengaruhi margin laba kami dalam jangka pendek, tetapi merupakan upaya penting untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan kami di masa mendatang,” kata dia.

Mengenai keuangannya, HYGN tetap teguh dalam upayanya untuk mempertahankan pertumbuhan laba dengan margin yang baik.

"Sejak awal tahun 2024, tidak termasuk biaya sekali pakai, laba inti kami tahun ini sebenarnya telah meningkat dua digit dari tahun ke tahun sebesar 16,9%. Meskipun kami melihat kompresi margin karena upaya ekspansi agresif yang kami lakukan saat ini, kami terus melakukan tindakan terhadap biaya dan berusaha untuk kembali ke margin dua digit dan seterusnya,” tambah Wincent.

Lebih lanjut dikatakan HYGN menutup 9 bulan tahun 2024 dengan pembukuan dan portofolio kontrak tahunan sebesar Rp 296 miliar per September 2024.

Grafik Harga Saham HYGN:

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024