Gara-Gara Crossing Saham Suryamas (SDM) Jumbo, Investor Asing Catatkan Net Buy Rp 2,72 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Gara-gara crossing saham PT Surmas Dutamakmur Tbk (SMDM) dari pemodal asing ke pemodal domestik bernilai jumbo Rabu (23/10/2024) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,72 triliun.
Net sell tersebut juga sejalan dengan penurunan tipis indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ditutup terkoreksi tipis 1,42 poin (0,02%) menjadi 7.787. Pergerakan IHSG dalam rentang 7.761-7.805 dengan nilai transaksi Rp 11,03 triliun.
Baca Juga
BSDE Ungkap Perkembangan Proses Akuisisi Saham Suryamas (SMDM)
Berdasarkan data transaksi BEI, net sell terbanyak disumbangkan SMDM senilai Rp 2,33 triliun. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 452,40 miliar, PT Telkomn Indonesia Tbk (TLKM) Rp 158,40 miliar, PT J Asia Resources Pacific Tbk (PSAB) Rp 54,68 miliar, dan PT FAP Agri Tbk (FAPA) Rp 50,02 miliar.
Sedangkan lima saham dengan transaksi pembelian bersih (net buy) terbanyak oleh pemodal asing, yaitu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 146,01 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 105,32 miliar, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) Rp 78,69 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 77,96 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 65,81 miliar.
Sebelumnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengumumkan akan mengakuisisi sebanyak 91,99% saham SMDM dari Top Global Ltd. Akuisisi ini rencananya dituntaskan tahun ini.
Baca Juga
Prabowo Bakal Evaluasi Kinerja Menteri dan Wakil Menteri Setiap 6 Bulan
Terkait pelemahan indeks hari ini dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 0,57%, sektor properti 1,04%, sektor infrastruktur 0,42%, sektor konsumer primer 0,05%, dan sektor energi 0,04%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi, keuangan, konsumer non primer, industri, dan teknologi.
Walau IHSG ditutup di zona merah, dua saham berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 24,84% menjadi Rp 3.870 usai keluar dari papan pemantauan khusus BEI. ARA juga melanda saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) sebanyak 24,70% menjadi Rp 3.080 dan PT Grand House Hulia Tbk (HOMI) melesat 24,49% menjadi Rp 366.

