Hampir Setahun Bertugas, Ini Jumlah BTS di Wilayah 3T yang Terbangun
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Tugas Badan Aksesisbilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Satgas Bakti Kemenkominfo) mengeklaim telah mengawal penyelesaian proyek 5.618 stasiun menara pemancar atau base transceiver station (BTS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga akhir masa tugasnya.
Sebagai catatan, Satgas Bakti Kemenkominfo dibentuk melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmenkominfo) No. 472/2023, pada 12 Oktober 2023. Satgas ini dibentuk dalam rangka percepatan penyelesaian dan optimalisasi program penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di Bakti Kominfo.
Ketua Satgas Bakti Kemenkominfo Sarwoto Atmosutarno mengatakan, pihaknya telah mengawal penyelesaian 5.618 proyek BTS 4G dengan nilai investasi mencapai Rp 12,04 triliun dan biaya operasional sebesar Rp 144,87 miliar per bulan.
Baca Juga
Operator BTS Terbang Diam-Diam Dekati Bakti Kemenkominfo, Siapa Saja?
Sarwoto menjelaskan, per 18 Oktober 2024, dari target pembangunan 5.618 lokasi BTS 4G, sebanyak 5.321 di antaranya telah berhasil diselesaikan. Sementara itu, Sejumlah 297 lokasi lainnya dalam tahap pembangunan karena terkendala masalah kahar keamanan di wilayah Papua
Sementara itu, untuk program Hot Backup Satellite (HBS), Satgas Bakti Kemenkominfo merekomendasikan pengakhiran kontrak dengan pengembalian 100% senilai Rp 3,5 triliun.
“Untuk satelit HBS, kami merekomendasikan pengakhiran kontrak karena peluncuran satelit utama Satria-1 (Satelit Republik Indonesia 1) telah berjalan sesuai skenario dan anggarannya dialokasikan untuk penyediaan remote terminal ground segment Satria-1, sehingga tidak membebani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) rupiah murni,” papar Sarwoto melalui keterangan resmi Bakti Kemenkominfo.
Baca Juga
Anggaran Seret, Bakti Kemenkominfo Tak Tambah Lokasi Pembangunan BTS 4G hingga Akhir 2024
Sementara itu, keberhasilan Satgas Bakti Kemenkominfo menurut Menkominfo Budi Arie Setiadi dapat dipakai sebagai model pembelajaran untuk debottleneck dan penyelesaian proyek-proyek di pemerintahan dan lembaga yang memerlukan koordinasi lintas lembaga dalam rangka meminimalisasi risiko sekaligus mendapatkan solusi yang mengedepankan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Satgas terbukti menghasilkan keberhasilan dan kemanfaatan untuk masyarakat. Efisiensi anggaran dan peningkatan penerimaan negara yang signifikan diperoleh Bakti Kemenkominfo juga antara lain berkat pendampingan dan kerja keras dari satgas," ujarnya.

