Pasca Pemilu AS, Analis Ramal Altcoin Berpeluang Melonjak Imbas Longgarnya Hambatan Regulasi
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah analis memperkirakan jika harga alternative coin (altcoin) akan meledak usai pemilu Amerika Serikat (AS). Hal ini akan menyebabkan kapitalisasi pasar altcoin, tidak termasuk Bitcoin dan Ethereum, berpotensi mengalami peningkatan tajam.
Melansir CryptoNewsFlash, Rabu (16/10/2024), CEO CryptoQuant Ki Young Ju mengungkapkan, sejumlah altcoin, termasuk Uniswap (UNI), belum mampu mencapai nilai penuhnya karena terkendala aturan hukum saat ini. Bursa terdesentralisasi Uniswap telah menunda proposal yang memicu peralihan biaya, yang akan memungkinkan distribusi biaya protokol kepada pemegang token UNI.
Hal ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa proposal tersebut dapt menimbulkan sejumlah risiko hukum bagi Uniswap, terutama dari Komisi Sekuritas dan Bursa atau Securities and Exchange Commission (SEC) AS yang mengirimkan well notes ke platform tersebut medio April 2024.
Baca Juga
Ini Dia Tiga Altcoin dengan Kenaikan Terbesar di Pekan Pertama Oktober
Sementara, analis lainnya yaitu Ki Young Ju menyatakan, jika hambatan regulasi dihilangkan dan mekanisme pengalihan biaya dimulai, kas Uniswap dapat meningkat secara signifikan yang berdampak positif pad harga UNI.
Ia percaya bahwa Uniswap memiliki peluang untuk mendapatkan US$ 314 juta melalui pengalihan biaya dan sebagian uang ini digunakan untuk pembelian kembali, harga satu UNI dapat meningkat hingga 100 kali lipat.
Baca Juga
Para Analis Ramal Tiga Altcoin Ini Akan Meningkat Pesat ke Depan
Para analis membandingkan kondisi pasar Bitcoin saat ini dengan situasi di pasar bull market tahun 2020. Menurut analis kripto populer CRG, pasar Bitcoin saat ini mirip dengan siklus tahun 2020, di mana Bitcoin mencapai titik tertinggi baru dan menyebabkan musim altcoin besar-besaran.
Kemudian, analis Michael van de Poppe percaya bahwa pasar altcoin akan segera melonjak kita melihat kapitalisasi pasar semua set kripto, kecuali Bitcoin dan Ethereum. Ia percaya bahwa kenaikan ini akan terjadi dalam satu hingga dua minggu ke depan.

