Inti Bangun Sejahtera (IBST) Kantongi Pinjaman Belanja Modal Rp 600 Miliar dari Bank Permata
JAKARTA, investortrust.id – Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yakni PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mengantongi fasilitas pinjaman sebesar Rp 600 miliar dari PT Bank Permata Tbk.
Sekretaris Perusahaan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), Monalisa Irawan menjelaskan, fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan oleh IBST untuk belanja modal atau capital expenditure (Capex) dan pembiayaan kembali pinjamannya dari pihak lain.
‘’Perjanjian pinjaman dari Bank Permata ditandatangani oleh IBST selaku peminjam pada tanggal 10 Oktober 2024, dengan waktu jatuh tempo pinjaman pada 10 Oktober 2025,’’ urai Monalisa dalam laporan keterbukaan informasi yang dilansir, Senin (14/10/2024).
Adapun PT Sarana Menara Nusantara Tbk melalui anak usahanya protelindo bertindak sebagai penjamin fasilitas kredit tersebut. Sebagai catatan IBST merupakan anak usaha PT Iforte Solusi Infotek dengan kepemilikan saham 99,98%.
Baca Juga
Waskita Karya (WSKT) Sabet 2 Rekor MURI untuk Proyek Rusun ASN di IKN
Nama terakhir merupakan perusahaan terkendali dari Protelindo. Adapun Protelindo dimiliki secara langsung oleh TOWR dengan kepemilikan sebeser 99,99%.
Sebelumnya BRI Danareksa Sekuritas menyematkan rating beli untuk saham TOWR dengan target harga Rp 1.400 per saham, naik dari target sebelumnya Rp 1.300 per saham.
Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA sekitar 11 kali. Target tersebut juga mengindikasikan sumber pertumbuhan pendapatan pesat dari bisnis fiber perseroan.
BRI Danareksa menilai pertumbuhan segmen bisnis fiber tumbuh pesat, sudah terlihat dari realisasi kinerja keuangan hingga semester I-2024. Pendapatan dari fiber optic melesat sebayak 9% menjadi Rp 1,05 triliun pada kuartal II-2024 atau naik 35,1% dari periode sama tahun lalu.
Baca Juga
Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan Saham Sarana Menara (TOWR) 75%, Begini Pertimbangannya
Pertumbuhan pesat pendapatan dari bisnis fiber optic mampu untuk menjadi bantalan atas pelemahan pendapatan dari segmen menara telekomunikasi. Pertumbuhan pesat segmen ini juga sejalan dengan Upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas FTTH/FWA menjadi 100 mbps untuk 10 juta pelanggan rumah tangga di seluruh Nusantara.
Grafik Harga Saham IBST secara Ytd:

