IHSG masih Uji Resiten MA20, Saham AUTO, BRIS, dan WIFI Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/10/2024), masih berpotensi menguji resisten MA20 level 7.728. Sedangkan resisten selanjutnya ke level 7.910.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa belum ada perubahan signifikan terhadap pola pergerakan IHSG setelah sebelumnya memantul dari support 7.546.
Baca Juga
Di tengah potensi pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli tiga saham berikut. Saham AUTO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.400-2.620, BRIS dengan target harga Rp 3.190-3.350, dan WIFI dengan target harga Rp 288-316. Sebaliknya saham BTPS direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi atas laju bursa saham global, seperti kejatuhan kembali bursa saham Wall Street semalam. Begitu juga dengan bursa saham Eropa ditutup bervariasi. Sebaliknya indeks Shanghai melaju pesat 8,06%.
IHSG kemarin ditutup turun sebanyak 19,43 poin (0,26%) menjadi 7.543,83. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,10 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 730,91 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 164,83 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 115,10 miliar.
Baca Juga
Saat Anjlok dan Diperiksa OJK, Prajogo Pangestu justru Borong Jumbo Saham Barito Renewables (BREN)
Penurunan indeks kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 0,71%, sektor material dasar 0,69%, sektor teknologi 1,11%, sektor kesehatan 0,69%, dan sektor transportasi 0,14%. Sebaliknya saham sektor consumer primer, property, keuangan, dan infrastruktur menguat.
Saat indeks turun tipis, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,83% menjadi Rp 362. Kenaikan juga melanda saham PT Kratau Steel Tbk (KRAS) menguat 24,06% menjadi Rp 165, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) sebanyak 23,08% menjadi Rp 480, PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 22,49% menjadi Rp 610, dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik 20,93% menjadi Rp 520.
Grafik IHSG

