Mandiri Investasi Bidik Dana Kelolaan Rp 60 Triliun hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan total dana kelolaan (asset under management/AUM) mencapai Rp 60 triliun hingga akhir tahun 2024.
Chief Investment Officer PT Mandiri Manajemen Investasi, Ernawan R Salimsyah mengatakan bahwa target realisasi AUM di tahun ini sudah mencapai 97%.
“Kalau total konsolidasi sekarang kita ada Rp 57 triliun, mungkin sekitar Rp 3 triliun - Rp 4 triliun lagi target kita selesai hingga akhir tahun,” kata Ernawan kepada investortrust.id di Jakarta, baru-baru ini.
Namun, untuk mencapai target tersebut, Ernawan mengakui banyak kendala, terutama dari sisi investor yang masih menahan investasi. “Banyak kendala dari investor yang masih menunggu seperti pemerintahan baru seperti apa, kabinet seperti apa, itu yang membuat mereka menunda keputusan investasinya,” bebernya.
Baca Juga
Ernawan bilang justru saat ini merupakan momentum yang tepat bagi investor untuk melakukan investasi karena sudah terjadi perubahan kondisi ekonomi, terlihat dari kondisi Amerika Serikat yang tampaknya terjadi perlambatan ekonomi.
Selain itu, meski ada kendala dari pertumbuhan Indonesia yang sebesar 5%, namun menurutnya ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbaik tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi masuk kategori G20 yang baik.
“Nah seharusnya investor segera merespons situasi ini untuk segera masuk membeli reksa dana maupun ke saham atau ke obligasi atau ke sukuk,” pungkasnya.
Pada pemberintaan investortrust.id sebelumnya, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) meluncurkan produk Reksa Dana Indeks Mandiri ETF SRI- KEHATI (Mandiri ETF SRI- KEHATI).
Baca Juga
Cum Date Berakhir, Estika Tata Tiara (BEEF) Akan Tebar Saham Bonus Senilai Rp 10,52 Miliar
Mandiri ETF SRI-Kehati Reksa Dana terbaru ini menggunakan saham-saham pada indeks SRI-KEHATI, sebagai underlying asset-nya. Peluncuran produk baru tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada penambahan AUM Mandiri Investasi.
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Aliyahdin Saugi, mengatakan, indeks tersebut berisi sejumlah emiten yang mengedepankan prinsip kepedulian terhadap lingkungan, sosial dan governance (environment, social & governance/ESG) pada seluruh aspek bisnis dan operasionalnya.
“Keunggulan utama adalah, reksa dana ini memberikan return/imbal hasil investasi optimal, setara dengan kinerja Indeks SRI-KEHATI yang memiliki performa sangat baik,”ujar pria yang akrab dipanggil Adi, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa waktu lalu.

