Jatuh lebih dari 100 Poin, IHSG kini Ditransaksikan di bawah Level 7.600
JAKARTA, investortrust.id– Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/9/2024), makin dalam hingga 104 poin (1,39%) menjadi 7.590 hingga pukul 10.00 WIB. Bahkan, penurunan sempat lebih dari 110 poin.
Pelemahan sejalan dengan terjungkalnya indeks Nikkei lebih dari 4% pagi hari tadi. Penurunan juga tersengat pelemahan dalam saham-saham emiten kapitalisasi pasar besar, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Baca Juga
Tanda Pemulihan Terlihat, Sekuritas Ini Ungkap Saatnya Buy Saham Telkom (TLKM)
Penurunan juga dipicu atas koreksi hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor transportasi yang masih hijau. Sisanya melemah lebih dari 1%, seperti saham sektor infrastruktur, teknologi, consumer primer, consumer non primer, energi, dan saham sektor keuangan.
Sedangkan pada pembukaan pagi ini, IHSG melemah 22,63 poin (0,29%) menjadi 7.674. Bahkan, hingga pukul 09.05 WIB, koreksi telah mencapai 60 poin. Pelemahan dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham.
Baca Juga
Koreksi melanda saham sektor keaungan, sektor teknologi, sektor property, sektor consumer primer. Sebaliknya penguatan melanda saham material dasar, sektor kesehatan, sektor industry, sektor transportasi, dan sektor energi.
Meski IHSG dibuka anjlok, sejumlah saham ini kembali melesat, yaitu saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menguat 17,27% menjadi Rp 258, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) naik 18,64% menjadi Rp 1.400, dan PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA) menguat 10,26% menjadi Rp 129.
Grafik IHSG

