Suspensi Dicabut, Saham MNC Sky Vision (MSKY) Malah Ambles
JAKARTA, investortrust.id – Setelah suspensi dicabut, saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) malah ambles. Saham emiten media milik pengusaha nasional, Hary Tanoe itu tergerus 16 poin (5,6%) ke level Rp 268 pada penutupan Selasa (12/09/2023), dengan market cap Rp 534,4 miliar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MSKY selama sepekan turun 0,9%, selama sebulannaik 0,8%, selama tahun berjalan (year to date/ytd) menguat 1,2%, dan selama setahun tergerus 4,3%.
Otoritas bursa menghentikan sementara (suspensi) saham MSKY pada Jumat (08/09/2023) karena harga saham tersebut bergerak tidak wajar. Namun, hari ini, otoritas membuka suspensi perdagangan saham MSKY.
“Suspensi terhadap perdagangan saham MSKY dan GTBO di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 12 September,” kata PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Zakky Ghufron dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/09/2023).
Fundamental MSKY
MNC Sky Vision punya utang jangka pendek dan jangka panjang masing-masing sebesar Rp 702,7 miliar dan Rp 351,6 miliar dengan total ekuitas Rp 2,1 triliun.
Hingga kuartal II-2023, MSKY mencatatkan laba bersih minus Rp 142,1 miliar. Hingga akhir tahun, MSKY diproyeksikan masih membukukan laba bersih minus Rp 284,2 miliar.
Alhasil, price to earning ratio (PER) MSKY yang saat ini minus 3,66 kali, pada pengujung 2023 diproyeksikan masih minus 1,83 kali. MSKY kini memiliki return on asset (RoA) minus 4,52% dan return on equity (RoE) minus 6,81%.
Berdasarkan data BEI, saham MSKY saat ini dimiliki PT MNC Vision Networks Tbk (91,9%), sisanya sebesar 8,1% dimiliki masyarakat.
