IHSG Sesi I Turun 15 Poin, Koreksi Mulai Mereda, tapi BREN masih ARB
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (23/9/2024), ditutup melemah 15,41 poin (0,20%) menjadi 7.727. Pergerakan indeks dalam area 7.675-7.748 dengan nilai transaksi Rp 5,39 triliun.
Penurunan tersebut dipengaruhi atas terjun bebas saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) hingga auto reject bawah (ARB) Rp 1.750 (19,83%) menjadi Rp 7.075.
Adapun sektor saham dengan penurunan paling dalam terdiri atas saham sektor infrastruktur 1,95%, sektor transportasi 0,31%, sektor kesehatan 0,27%, dan sektor industry 0,22%. Sisanya sektor saham justru melesat, seperti sektor energi naik 1,53%, sektor keuangan 0,78%, dan sektor material dasar 0,74%.
Baca Juga
Saat IHSG melemah, saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,51% menjadi Rp 152. Kenaikan juga melanda saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) naik 16,92% menjadi Rp 76.
Kenaikan juga melanda saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) naik 12,50% menjadi Rp 63, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik 12,43% menjadi Rp 190, dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) naik 11,50% menjadi Rp 252.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham BREN, saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), dan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW).
Baca Juga
Potensi Cuan 66%, Sekuritas Ungkap Target dan Prospek Saham Sarana Menara (TOWR)
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 162,39 poin (2,05%) ke level 7.743 akibat kejatuhan saham-saham emiten Prajogo Pangestu. Meski demikian, pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar senilai Rp 523,12 miliar.
Kejatuhan saham emiten Prajogo terjadi setelah FTSE Russel membatalkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebagai konstituen baru dalam perhitungan FTSE Global Index-large capital market. Hal ini dipicu atas free float saham yang minim.
Grafik IHSG

