Top Loser Weekly, Dua Saham Emiten Hary Tanoe Masuk
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham ini torehkan penurunan paling dalam sepanjang pekan ini, bahkan satu saham turun lebih dari 34%. Penurunan saham-saham tersebut berbanding terbalik dengan torehan rekor penutupan tertinggi baru (all time high/ATH) indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah menguat 51,11 poin (0,67%) menjadi 7.721,84 pekan ini.
Berdasarkan data BEI, penurunan paling dalam dicatatkan saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) dengan pelemahan sebanyak 34,93% dari Rp 750 menjadi Rp 488. Disusul saham emiten yang dikendalikan Hary Tanoesoedibjo PT MNC Capital Indonesia Tbk (BCAP) anjlok 25,81% dari Rp 124 menjadi Rp 92.
Baca Juga
Ada Tiga Saham Melesat lebih dari 100% Sepekan, Berikut Daftarnya
Penurunan dalam juga dicatatkan saham PT Tripart Mutivision Plus Tbk (RAAM) sebanyak 19,02% dari Rp 615 menjadi Rp 498. Penurunan selanjutnya dicatatkan saham emiten Hary Tanoe PT MNC Land Tbk (KPIG) dengan koreksi 15,14% dari Rp 218 menjadi Rp 185. Sisanya dengan penurunan dalam, yaitu saham ESTA, NICE, IKBI, GMTD, VTNY, dan OBMD.
Sedangkan kenaikan IHSG pekan ini ke level ATH baru ditopang penguatan sebanyak 389 saham dan 225 saham ditutup stagnan. Hnaya sebanyak 325 saham yang mencatatkan penurunan.
Baca Juga
Ini Top 10 Saham Undervalued Sektor Kesehatan, Ada TSPC, SIDO, dan KLBF
Sedangkan sektor saham dengan kenaikan paling pesat dibukukan sektor keuangan 4,26%, sektor Kesehatan 2,33%, sektor teknologi 1,28%, sektor infrastruktur 1,44%, dan sektor property 2,11%. Sebaliknya penurunan sektor paling dalam melanda sektor material dasar 2,1%, sektor energi 0,68%, dan sektor consumer primer 0,20%.
Selain cetak rekor, pemodal asing terpantau makin gencar memborong saham dengan nilai Rp 3,26 triliun pekan ini. Terjadi penurunan dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp 15,09 triliun. Tingginya net buy saham pekan lalu dipicu adanya crossing saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), PT Mandala Multifininace Tbk (MFIN), dan beberapa saham lainnya Rp 12,44 triliun.

