Top 10 Broker Sepekan, Maybank Sekuritas Juara dengan Nilai Transaksi Rp 9,70 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) tampil sebagai broker dengan nilai transaksi paling jumbo di sepanjang pekan pertama bulan ini, periode 2 September - 6 September 2024.
Perusahaan asal negeri jiran tersebut berhasil mengakumulasi nilai transaksi sebesar Rp 9,70 triliun, mencerminkan 9,07% dari total nilai transaksi saham selama sepekan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara dari sisi volume, Maybank Sekuritas mentransaksikan sebanyak 7,73 miliar lembar saham pada periode tersebut. Sedangkan frekuensi mencapai 370 ribu kali transaksi.
Baca Juga
Suspensi Saham Asuransi Syariah Ini (JMAS) Dicabut Senin Lusa, Masih Bisa Menguat?
PT Mandiri Sekuritas atau Mansek (CC) berada di posisi runner up dengan mencatat akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 9,22 triliun atau 8,62% transaksi di BEI selama sepekan.
Dari sisi volume transaksi Mansek bertengger di posisi kelima, dengan catatan sebanyak 11,30 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan di posisi ketiga sebanyak 764 ribu kali transaksi.
PT UBS Sekuritas Indonesia (AK) menempati posisi ketiga dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,40 triliun, dengan frekuensi saham sebanyak 529 ribu kali transaksi.
Tabel 10 Broker dengan Nilai Transaksi Terbesar Periode 2-6 September 2024
Posisi keempat dalam top 10 broker pekan ini ditempati oleh PT CGS International Sekuritas Indonesia (YU) yang mencatat nilai transaksi sebesar Rp 6,97 triliun, mencerminkan 6,52% dari total nilai transaksi selama sepekan.
Broker lokal PT Indo Premier Sekuritas (PD) masuk lima besar broker elite pekan ini dengan catatan nilai transaksi sebanyak 6,46 triliun.
Adapun broker asal Korea, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP), berada di posisi keenam top value sepekan sebesar Rp 6,14 triliun. Meski begitu YP menjadi jawara frekuensi transaksi sepekan terakhir sebanyak 1,05 miliar kali transaksi.
Baca Juga
Sedangkan JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) berada di posisi ketujuh yang mencatat nilai transaksi sebesar Rp 5,85 triliun. Namun dari sisi volume dan frekuensi transaksi broker dengan kode BK ini tidak masuk dalam top 10 broker.
Broker asing lainnya, PT CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) berada diposisi delapan mencatat nilai transaksi sebesar Rp 3,55 triliun, disusul PT Semesta Indovest Sekuritas (MG) pada posisi sembilan dengan nilai transaksi Rp 2,87 triliun.
Posisi 10 kali ini menjadi milik PT BNI Sekuritas dengan nilai transaksi sebesar 2,81 triliun, mencerminkan 2,63% dari total nilai transaksi saham BEI selama sepekan terakhir.
Bursa Efek Indonesia menyampaikan, data perdagangan saham BEI selama periode tanggal 2 - 6 September2024 berada di zona positif. IHSG bahkan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masanya pada minggu ini, yaitu ke level 7.721,846 dari rekor sebelumnya di level 7.694,530 pada Selasa (3/9/2024).
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, selama sepekan terakhir, IHSG menguat sebesar 0,67% menjadi berada pada level 7.721,846 dari 7.670,733 pada pekan sebelumnya.
Seiring kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar saham mengalami peningkatan sebesar 0,78% menjadi Rp 13.217 triliun dari Rp 13.114 triliun pada pekan lalu.
‘’Selama sepekan, peningkatan data perdagangan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa dengan peningkatan sebesar 13,27% menjadi 21,98 miliar lembar saham dari 19,40 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,’’ urai Kautsar dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (7/9/2024).
Penurunan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan sebesar 6,44% menjadi sebanyak 1,12 juta kali transaksi dari 1,2 juta kali transaksi sepekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian bursa turut mengalami penurunan sebesar 70,18% menjadi Rp 10,69 triliun dari Rp 35,86 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara pergerakan investor asing pada Jumat akhir pekan lalu mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 1,03 triliun dan dan sepanjang tahun 2024 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 30,99 triliun.

