Saham Sektor Ini Paling Menjanjikan di Tengah Gencarnya Aliran Investasi ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 1.905 triliun tahun 2025 atau naik 15,5% yoy, dibandingkan target 2024. Target ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5,6%.
Dengan target ambisius tersebut, sejumlah sektor saham diperkirakan ketiban untung. Di antaranya, emiten yang fokus berinvestasi sektor green investment, infrastruktur konektivitas, transisi energi dan hilirisasi, serta investasi berbasis ekspor.
Head of Research PT Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menerangkan bahwa pertumbuhan investasi tersebut sejalan dengan rata-rata pencapaian pada kondisi normal ekonomi. Menurutnya, target pertumbuhan tersebut realistis dan dapat dicapai.
Baca Juga
Nilai Jumbo! Ada Investor Asing Buang 8,14 Miliar Saham GOTO di Bawah Harga Penutupan
Lebih lanjut, Valdy menjelaskan, kecenderungan arah investasi ke green investment sudah mulai dalam 2-3 tahun terakhir. Ke depan, nilai investasinya diperkirakan terus bertumbuh. “Bahkan diprediksi penambahan lebih agresif tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang,” ujarnya pada investortrust.id, Kamis (6/9/2024).
Valdy mencontohkan, saat ini, realisasi investasi di industri penunjang terkait di green investment telah bertumbuh pesat, khususnya pada produsen baterai listrik untuk electric vehicle (EV). Oleh sebab itu, saham-saham yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT), seperti PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) dan produsen bahan baku baterai listrik, seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) bisa mendulang keuntungan dan perbaikan kinerja kuat tahun 2025.
Baca Juga
Kala IHSG Tren Naik, Simak Sektor Saham Jagoan JP Morgan Ini
Asal tahu, MBMA saat ini memperisiapkan untuk pertumbuhan yang diharapkan dengan melalui beberapa proyek seperti High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Acid Iron Metal (AIM) pada tahun 2024. Menurut pandangan Phintraco, beberapa kemajuan dari proyek MBMA menunjukkan prospek pendapatan yang menjanjikan bagi perseroan. Sebab, commissioning proyek-proyek ini yang sukses diharapkan memperkuat posisi pasar MBMA, mendiversifikasi, dan meningkatkan aliran pendapatannya, dan memberikan landasan yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
Terkait INCO, dia mengatakan, meskipun kinerja INCO pada semester I 2024 masih tertekan, manajemen tetap menunjukkan keyakinan target produksi 70.800 ton nikel dalam matte. Perusahaan juga agresif menjaga biaya kasnya tetap kompetitif dan memastikan margin kas yang sehat.
Baca Juga
“Meskipun realisasi ASP masih lemah, kami yakin ada potensi saham INCO untuk meningkatkan kinerja hingga akhir tahun 2024 dan menurunkan biaya tunai. Risiko penurunan utama meliputi volatilitas harga nikel, meningkatnya konsumsi dan biaya energi, dan potensi penundaan proyek,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas yang dikutip Jumat (6/9/2024).
Dengan demikian, Phintraco merekomendasikan buy saham VALE dengan target harga 4370 dan buy saham MBMA dengan target harga 760.

