Top! IHSG Melesat ke 7.704, Capai Tertinggi Baru Sepanjang Masa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (29/8/2024), ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak 45,72 poin (0,60%) menjadi 7.704. Pergerakan indeks dalam rentang 7.655-7715.
Lompatan indeks ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 1,58%, sektor keuangan 0,30%, sektor konsumer primer 0,48%, sektor industri 0,11%, sektor infrastruktur 0,62%, dan sektor teknologi 0,33%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor kesehatan, sektor poperti, dan sektor transportasi.
Baca Juga
MUFG Bakal Tingkatkan Pendanaan ESG hingga Rp 10.652 Triliun pada Tahun 2023
Di tengah penguatan indeks, tiga saham ini catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Inter Delta Tbk (INTD) sebanyak 35% menjadi Rp 162, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) sebanyak 34% menjadi Rp 67, dan PT Pakuan Tbk (UANG) melesat 24,79% menjadi Rp 755.
Kenaikan juga melanda saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) Sebanyak 29,82% menjadi Rp 74, PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET) menguat 26,76% menjadi Rp 90, dan PT Atlas Resources Tbk (ARII) sebanyak 23,62% menjadi Rp 314.
Sebaliknya penurunan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM), PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI).
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 61 poin (0,80%) ke level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) 7.658,88. Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) seluruh pasar senilai Rp 2,09 triliun, terbanyak melanda saham berikut, yaitu saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) Rp 1,62 triliun yang ditransaksikan melalui pasar negosiasi secara crossing.
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor properti dengan menguat 3,16%, sektor energi 2,44%, sektor industri 1,03%, sektor konsumer primer 1,23%, dan sektor keuangan 0,43%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer, industri, dan kesehatan.
Grafik IHSG

