Dulu Jadi Pilihan Investor, Kini Pergerakan Saham UNVR, ASII, dan TLKM kian Merana
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham unggulan ini, kini harganya kian merana setelah koreksi berlanjut dalam beberapa tahun terakhir. Ketiga saham tersebut PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Penurunan paling dahsyat dialami saham UNVR setelah harganya turun dari level tertingginya sepanjang masa Rp 11.180 pada Desember 2017. Usai cetak rekor tersebut, harga saham UNVR terus melanjutkan penurunan hingga hari ini.
Baca Juga
Laba dan Harga Saham Unilever (UNVR) Turun Beruntun dalam Lima Tahun
Bahkan, pada perdagangan intraday sesi I, Jumat (19/4/2024), saham UNVR turun 2,09% menjadi Rp 2.340. Dengan demikian saham UNVR telah anjlok 79,06% terhitung sejak cetak rekor tertinggi tahun 2017 hingga kini.
Tak kalah mengenaskan juga melanda saham ASII yang terus mencatatkan penurunan hingga berada di bawah level Rp 5.000. Berdasarkan data perdagangan saham BEI hari ini, saham ASII anjlok Rp 230 (4,31%) menjadi Rp 4.870. Level tersebut menjadi level terendah baru bagi ASII terhitung sejak Ferbuari 2021.
Baca Juga
Penjualan Mobil Maret 2024 Naik, Dagangan Astra (ASII) Tetap Teratas
Begitu juga dengan saham TLKM, operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini, juga telah melorot ke level Rp 3.170. Level harga tersebut menjadi harga terendah baru TLKM terhitung sejak Mei 2021 atau hampir dalam tiga tahun terakhir.
Selain mencatatkan penurunan harga pesat dalam beberapa tahun terakhir, pemodal asing terpantau gencar melepas kepemilikan saham UNVR, ASII, dan TLKM dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian kinerja keuangan ketiga saham tersebut masih mencatatkan kondisi baik yang ditunjukkan peningkatan laba bersih TLKM dan ASII tahun lalu, kecuali UNVR yang lanjutkan penurunan.
Bahkan, berdasarkan data BEI, ketiga saham tersebut menjadi saham-saham pemberat utama pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI year to date (ytd), seperti saham TLKM menyumbang 82,08 terhadap koreksi IHSG, saham ASII menyumbang 30,45 poin terhadap penurunan IHSG, dan saham UNVR menyumbang 15,58 poin terhadap pelemahan IHSG.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Anjlok ke Level Terendah Baru Sejak Agustus 2021, Kapan Bisa Bangkit?
Terkait prospek sahamnya, sejumlah analis masih memberikan pandangan positif terhadap bisnis ketiga emiten dengan potensi pertumbuhan tetap terbuka dalam jangka panjang.
Misalnya, Panin Sekuritas dalam riset terakhir masih memasang target harga saham UNVR level Rp 3.000 atau masih di atas harga saat ini. Begitu juga dengan saham ASII masih direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.600.
Sedangkan saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.200 oleh Sinarmar Sekuritas. Target tersebut mempertimbangkanrealisasi pendapatan dan laba bersih Telkom (TLKM) tahun 2023 yang berada di bawah ekspektasi.

