IHSG Naik 1,19%, Simak Daftar Saham Paling Cuan dan Merana Sepekan
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dominan bergerak di zona positif selama sepakan terakhir, 28 Agustus – 1 September 2023.
Pada penutupan pasar saham Jumat kemarin (1/9/2023), IHSG tercatat naik 1,19% ke posisi 6.977,654. Pekan lalu IHSG ditutup pada level 6.895,443.
Indeks acuan lain seperti LQ45 maupun IDX30 juta tercatat menguat masing-masing sebesar 1,07% dan 1,38%.
Baca Juga
IHSG Anteng di Zona Hijau, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 10.280 Triliun
Penguatan pasar didukung oleh sektor industri dasar, energi, tekhnologi, infrastruktur, kesehatan keuangan dan properti. Sementara tiga sektor lainnya yaitu transportasi, siklikal dan non-siklikal tercatat negatif.
Seiring positif pasar saham, sejumlah saham mampu mendatangkan cuan jumbo untuk pemegang sahamnya. Saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) memimpin penguatan sebesar 58,37%, saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) melesat 56,41%.
Kemudian saham PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) lompat 49,44%, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) naik 43,59% dan saham PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) naik 37,50%. Posisi keenam top gainer terdapat saham P Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan kenaikan 32,39%.
Ada yang untung tentu ada pula yang rugi. Pada jajaran Top 5 saham yang longsor terdapat saham PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) yang turun 54,64%, Saham Telefast Indonesia Tbk (TFAS) anjlok 48,33%, lalu saham Solusi Kemasan Digital Tbk turun 31,13%, kemudian saham anak usaha Garuda Indonesia yaitu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) tergerus 30,11% dan saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) merosot 25,78%.
Baca Juga
Kisah Lo Kheng Hong: Bermula dari Klerek Bank, Menjelma Jadi Investor Tajir
Penguatan pasar yang terjadi terutama didorong oleh optimisme pasar terhadap ekonomi global, terutama di Amerika Serikat, ditandai dengan mendinginnya pasar tenaga kerja AS.
‘’Survei lowongan pekerjaan dan pergantian tenaga kerja terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan penurunan pada Juli. Ini merupakan sebuah tanda stabilitas di pasar tenaga kerja,’’ sebagaimana yang dikutip Tim Riset Panin Sekuritas.
Selain itu, indeks kepercayaan konsumen (IKK) The Conference Board turun lebih besar dari perkiraan pada periode Agustus. IKK CB AS periode bulan ini turun menjadi 106, dari sebelumnya pada Juli di angka 117 yang menandakan bahwa masyarakat di Negeri Paman Sam mulai menahan belanja.
Sementara dari dalam negeri pelaku pasar tampak riang dengan data inflasi terbaru, di mana Indonesia tercatat mengalami deflasi 0,02% di bulan Agustus. Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga menunjukan stabilitas ekonomi dalam negeri.

