Dukung Keamanan Digital Infrastruktur, ITSEC Asia (CYBR) Gelar Cybersecurity Summit 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menyelenggarakan ITSEC Cybersecurity Summit 2024 dengan tema “Defending The New Gold, Data Security Protection for Critical Infrastructure.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi platform strategis untuk membahas tren terbaru dan ancaman yang sedang berkembang dalam lanskap keamanan siber, dengan fokus khusus pada perlindungan data di berbagai sektor penting seperti keuangan, pemerintahan, telekomunikasi, kesehatan, energi, dan transportasi.
Acara ini diselenggarakan sebagai respons dari kendala dalam keamanan data yang dapat menyebabkan gangguan, kerugian finansial, dan bahkan ancaman terhadap keselamatan publik. Sehingga, data memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan infrastruktur vital.
Baca Juga
Pendapatan Tumbuh 74% di Kuartal I, ITSEC Asia (CYBR) Optimistis Cetak Laba Tahun Ini
Presiden Direktur PT ITSEC Asia, Joseph Edi Hut Lumban Gaol, menjelaskan bagaimana data telah berubah menjadi aset yang tidak ternilai di tengah meningkatnya kebutuhan akan teknologi digital. Menurutnya, pengelolaan data yang tidak bijak dapat menyebabkan konsekuensi finansial yang besar.
“Pelanggaran data akibat kebocoran dan peretasan dapat mengakibatkan denda finansial yang besar, kehilangan pendapatan, dan biaya pemulihan yang tinggi. Selain itu, data yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat proses operasional perusahaan, produktivitas, dan mengganggu rantai pasokan yang kritis. Efek domino ini bisa mengakibatkan kerugian yang jauh melampaui nilai moneter data itu sendiri,” ujar Joseph dalam ITSEC Cybersecurity Summit 2024, di Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Wakil Ketua MPR RI, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad juga memaparkan betapa perkembangan teknologi yang pesat saat ini diikuti dengan meningkatnya kecanggihan serangan siber yang berasal dari seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia yang turut menjadi sasaran dari ancaman tersebut.
“Melihat kondisi tersebut, kita mendukung adanya berbagai upaya kolaboratif antara pemerintah, para ahli cybersecurity dan pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan solusi efektif terkait tantangan keamanan siber, dan juga mendorong berbagai kebijakan-kebijakan untuk memperkuat keamanan siber di Indonesia,” tutur Fadel.
Baca Juga
Di samping itu, Staf Ahli Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam RI, Irjen. Pol. Dr. H. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si, turut menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung terciptanya keamanan digital yang baik dalam badan infrastruktur informasi vital di Indonesia.
"Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan sumber daya dan dukungan regulasi yang diperlukan untuk memfasilitasi adopsi secara luas dari langkah-langkah keamanan siber yang kuat, serta kolaborasi berkelanjutan dan berbagi informasi untuk memperkuat postur keamanan siber di Indonesia," kata Andry.
Lebih lanjut kata dia, disusunnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi atau yang lebih dikenal dengan UU PDP adalah merupakan langkah konkret pemerintah dalam melindungi aset dan data pribadi terhadap ancaman kejahatan siber yang semakin marak terjadi.
Tak lupa, Presiden Komisaris PT ITSEC Asia Tbk Patrick Dannacher, menjelaskan bahwa keamanan siber di Indonesia saat ini semakin kompleks dan menantang, seiring dengan meningkatnya ancaman siber yang didorong oleh transformasi digital yang pesat di berbagai sektor.
Seluruh pihak harus dapat bekerjasama secara konkret untuk saling membantu untuk menjaga keamanan ekosistem digital dalam infrastruktur vital di Indonesia.
“Selain itu, upaya tersebut juga perlu diimbangi dengan kompetensi sumber daya manusia yang mendukung. Melalui acara Cybersecurity Summit 2024, ITSEC Asia berupaya memberikan kesadaran, pelayanan dan bantuan untuk membangun ekosistem digital yang aman di kemudian hari,” ungkap Patrick.
Terakhir, Joseph berharap bahwa Cyber Security Summit ini dapat membawa manfaat nyata bagi sektor keamanan siber dan industri di Indonesia.
“Dengan adanya kolaborasi yang konkret antara para pemangku kepentingan di bidang keamanan siber, pemerintah, dan industri, kita dapat membangun lingkungan digital yang aman untuk melindungi integritas data dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan. Bersama-sama, kita dapat menciptakan fondasi yang kokoh untuk perekonomian nasional di era digital yang kuat dan aman,” pungkas Joseph.

