BEI Optimistis, Pengguna Jasa Bursa Karbon Capai 100 Pihak di 2024
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis jumlah pengguna jasa bursa karbon dapat melampaui 100 pihak pada 2024. Proyeksi ini telah memperhitungkan tercapainya integrasi sistem Apple Gatrik dengan sistem registrasi nasional pengendalian perubahan iklim (SRN-PPI).
“Kalau pengguna jasa menjadi lebih dari 100, kami optimistis. Target kami adalah penambahan 50, paling tidak. Artinya, kalau di akhir tahun kemarin itu 46, akhir tahun 2024 paling tidak 96. Ya silahkan ditambah,” ujar Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Senin (29/1/2024).
Sejauh ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berperan penting dalam perkembangan bursa karbon di Indonesia.
Pasalnya, Kementerian ESDM berperan sebagai penerbit sertifikat pengurangan emisi, sementara KLHK mengatur SRN-PPI. Semua perdagangan unit karbon juga harus melalui sistem registrasi SRN PPI.
Jeffrey berharap, sinkronisasi Apple Gatrik dan SRN-PPI berpengaruh dan meningkatkan suplai di SRN-PPI ke depannya. Bila suplai di SRN-PPI meningkat, pilihan bagi permintaan di bursa karbon tentu ikut meningkat. "Ya kami harapkan dengan adanya pilihan-pilihan itu, ya demand juga bisa meningkat,” tegas Jeffrey.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyatakan, pihaknya sudah terus berkoordinasi dengan dua kementerian tersebut.
Baca Juga
Dia menilai, pengembangan bursa karbon pada 2024 masih berpotensi untuk terus tumbuh dengan baik. Beberapa faktor yang menyebabkan ini, salah satunya peningkatan jumlah unit karbon yang ditransaksikan.
Transaksi karbon dimaksud, turut meliputi penambahan unit karbon dari skema karbon kredit sertifikat pengurangan emisi (SPE) gas rumah kaca (GRK). Sekaligus potensi penambahan jenis unit karbon dari skema allowance atau persetujuan teknis batas atas emisi pelaku usaha (PTBAE-PU).
Sekadar mengingatkan, hingga 28 Desember 2023, telah terdapat lebih dari 1,75 juta tCO2e carbon credit tercatat di IDXCarbon. Sedangkan total volume yang sudah diperdagangkan 494.254 tCO2e dengan nilai transaksi Rp 30,91 miliar dan 46 registered users.
“Karena dua proyek yg dimiliki anak usaha Pertamina dan anak usaha PLN dengan 26 users,” tutur Direktur Utama BEI Iman Rachman pada akhir 2023. (CR-10)
Baca Juga
Pengembangan Bursa Karbon 2024, BEI Akan Libatkan AB dan Pihak Asing

