Nantikan Hasil FOMC, Bitcoin Berpotensi Tutup Bulan Juli dengan Positif
JAKARTA, investortrust.id – Pelaku pasar kripto ikut menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) hari ini, Rabu (31/7/2024). Spekulasi beredar tentang kemungkin bank sentral akan segera memangkas suku bunga, membuat Bitcoin (BTC) berpotensi menutup bulan Juli dengan positif. FOMC merupakan rapat yang digelar oleh petinggi bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
“Pekan ini, menjelang penutupan bulan Juli 2024, BTC berpotensi bergerak di kisaran US$ 64.000-71.000. Sejak 1 Juli, BTC naik 6,73% hingga saat ini masih berpotensi menutup bulan Juli dengan positif,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, dikutip Rabu (31/7/2024).
Menilik data Coinmarketcap, Rabu (31/7/2024) pukul 9.35 WIB, BTC diperdagangkan pada harga US$ 66.248 atau menguat 0,29% dalam 24 jam terakhir, setelah sempat mencapai US$ 70.000 pada Senin (29/7/2024) didorong pidato calon Presiden Donald Trump. Ia berjanji membuat cadangan Bitcoin nasional jika terpilih menjadi Presiden AS.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat sebesar US$ 2,38 triliun, turun 0,36% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 63,68 miliar, turun 24,68%. Sementara dominasi Bitcoin saat ini sebesar 54,92%.
Baca Juga
Pemerintah AS Dikabarkan Masih Punya Simpanan Bitcoin Rp 195,85 Triliun
Saat berbicara di konferensi Bitcoin, Trump mengatakan akan memecat Ketua SEC Gary Gensler pada hari pertamanya menjabat. Pernyataan Trump disambut positif oleh para penggemar Bitcoin yang berharap adanya regulasi yang lebih jelas di AS.
“Sepekan lalu sangat menarik bagi pasar kripto, diawali pidato Trump yang menyatakan, ia akan mengakhiri ‘penganiayaan’ terhadap industri kripto jika terpilih sebagai presiden AS,” sambung Panji.
Data ekonomi AS terus mempengaruhi Bitcoin dan kripto secara umum. Pelaku pasar bersiap mendengar konferensi pers Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Pertemuan ini akan fokus pada potensi perubahan suku bunga, mengingat inflasi melandai.
Baca Juga
Penulis 'Rich Dad Poor Dad' Robert T Kiyosaki Beberkan Alasan Penting Menabung Bitcoin
Fed mempertahankan suku bunga antara 5,25% dan 5,5% pada Juni lalu. Penurunan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menjadi 3% pada Juni mengindikasikan inflasi yang mereda.
Namun Powell menyatakan dalam Laporan Kebijakan Moneter Semi-Tahunan bahwa Fed belum siap untuk memangkas suku bunga pada FOMC pekan ini.
Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunganya pada pertemuan Rabu (31/7/2024), meskipun terdapat tekanan untuk pemotongan suku bunga.
“Pertemuan ini mungkin akan digunakan untuk memberi sinyal pemotongan di masa depan,” imbuh Panji.
Berdasarkan CME FedWatch Tools, terdapat kemungkinan hampir 90% untuk pemotongan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan FOMC bulan September 2024.
Panji menambahkan, dukungan politik, dukungan institusional, dan potensi penurunan suku bunga berpotensi mendorong Bitcoin melampaui titik tertinggi sepanjang masanya di level US$ 73.750. Dengan begitu BTC diprediksi mampu menyentuh angka US$ 90.000-100.000 pada akhir tahun ini.
Pasalnya, data dari Coinglass menunjukkan bahwa sepanjang 2013 hingga 2023, Bitcoin rata-rata mengalami kenaikan lebih dari 80% di setiap kuartal ke empat.

