Melesat 21% dalam Sebulan, Saham Adi Sarana (ASSA) Ternyata Simpan Potensi Besar
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Adi Sarana Tbk (ASSA) menunjukkan kebangkitan setelah harganya melesat sebanyak 21% sepanjang Juli 2024 berjalan. Penguatan tersebut didukung ekspektasi pesatnya permintaan penyewaan mobil pelanggan korporat dan layanan logistic.
Meski demikian, berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASSA masih melemah 13,89% year to date (ytd) dari level penutupan akhir tahun 2023 Rp 790 menjadi Rp 775 dengan rentang pergerakan berada dalam kisaran Rp 610-845. Sedangkan sepanjang Juli 2024, saham ASSA telah melesat dari level penutupan akhir Juni Rp 640 menjadi Rp 775.
Baca Juga
Ini Strategi Adi Sarana Armada (ASSA) Genjot Kinerja Keuangan
Lalu, bagaimana prospek saham emiten TP Rachmat ini? Masih adakah peluang lanjutkan penguatan hingga mencapai level tertinggi baru? Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian melihat potensi pertumbuhan ASSA masih terbuka lebar diprediksi lompatan laba bersih tahun ini bisa mencapai 149% menjadi Rp 259 miliar dan kembali melesat sebanyak 11% menjadi Rp 287 miliar pada 2025.
Estimasi Kinerja ASSA
Sumber; Sucor Sekuritas
Dua factor utama pendongkrak kinerja keuangan, menurut dia, datang dari bisnis penyewaan kendaraan, khususnya pelanggan korporat, menunjukkan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sebanyak 8% dalam lima tahun terkahir. Segmen ini menyumbang sebanyak 35% terhadap total pendapatan perseroan.
“Kami mengantisipasi tingkat pertumbuhan segmen jasa penyewaan kendaraan bisa menghasilkan CAGR 9% untuk lima tahun mendatang. Kenaikan didorong ekspektasi pertumbuhan permintaan penyewaan mobil dari pelanggan korporat, Pertumbuhan terdorong atas ekspansi perseroan, seperti Bali, Solo, dan Lampung bersamaan dengan kehadiran layanan mobile online,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakartan pekan ini.
Selain segmen ini, dia mengatakan, bisnis layanan logistic akan menjadi sumber pertumbuhan selanjutnya bagi Adi Sarana (ASSA). Hal ini didukung inovasi perseroan dengan pengembangan logistic end-to-end komprehensif melalui platform Cargosahre dan AnterAja.
Baca Juga
Adi Sarana Armada (ASSA) Suntik Modal Anak Usaha Sektor Transportasi
Pertumbuhan pesat juga didukung manajemen gudang yang lebih mumpuni untuk menghasilkan layanan logistic terintegrasi. “Perseroan juga agresif menarik pelanggan besar untuk penyediaan Solusi distribusi yang komprehensif, sehingga volume pengiriman diharapkan tumbuh signifikan,” terangnya.
Pertumbuhan lainnya juga datang dari segmen bisnis lelang kendarana bermotor melalui anak usahanya JBA. Kini, JBA telah menjadi perusahaan lelang otomotif terbesar di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) mencapai 32% dalam lima tahun terakhir. Segmen bisnis ini menyumbang sebanyak 5% terhadap total pendapatan ASSA kuartal I-2024.
Proyeksi Pendapatan ASSA
“Kami memperkirakan perseroan bisa mencatatkan lelang sebanyak 115 ribu unit kendaraan tahun ini atau bertumbuh 15%. Pertumbuhan didukung kenaikan permitaan kendaraan bekas di tengah kenaikan harga kendaraan baru. Pertumbuhan tersebut diharapkan menjadikan kenaikan pendapatan bisnis lelang kendaraan bisa mencapai 21% tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Perkuat Bisnis Logistik, Adi Sarana (ASSA) Kantongi Sertifikat Halal
Pertumbuhan selanjutnya juga datang dari segmen bisnis makanan KedaiPangan, karena perseroan memiliki Solusi logistic terintegrasi. Segmen bisnis baru ini diharapkan menjadi potensi pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.
Berbagai factor positif tersebut mendorong Sucor Sekuritas merevisi naik target harga saham Adi Sarana (ASSA) menjadi Rp 1.210. Target harga tersebut mengimplikasikan perkriaan PE tahun 2024 dan 2025 sekitar masing-masing 15 kali dan 4,3 kali. Dengan harga penutupan saham ASSA pekan ini level Rp 775, terbuka peluang penguatan sebanyak 56%.
Grafik Saham ASSA

