Laba BTPN Syariah (BTPS) Anjlok 26% Jadi Rp 552,03 Miliar di Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) melaporkan perolehan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 552,03 miliar di semester I-2024.
Jumlah laba tersebut turun 26,59% secara year on year (yoy) dari laba perolehan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 752,44 miliar.
Seiring penurunan laba bersih, BTPS mencatat laba per saham dasar melorot menjadi Rp 72 per saham di semester I-2024 dari Rp 98 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan laba sejalan dengan perolehan pendapatan usaha yang tercatat turun sebesar 3,35% menjadi Rp 2,73 triliun per semester I-2024, dari posisi Rp 2,83 triliun di semester I-2023. Begitu pula dengan pendapatan operasional bersih yang turun menjadi Rp 701,68 miliar dari Rp 961,06 miliar.
Baca Juga
Manajemen BTPS menyampaikan penurunan pendapatan usaha utama disebabkan kerena bank selektif menyalurkan pembiayaan. Sepanjang semester I-2004, BTPS mencatat pembiayaan sebesar Rp 10,44 triliun.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan, keputusan penyaluran kredit yang selektif tadi membuat rasio-rasio keuangan menjadi sehat, termasuk Return on Asset (RoA) sebesar 6,6% dan rasio kecukupan modal (CAR) pada angka 50,1%.
“Kami bersyukur bahwa selektif dan menerapkan prinsip kehatihatian bisa menjaga kinerja bank saat ini, yang lebih dari satu dekade kami bangun,“ ujar Fachmy Achmad dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (27/7/2024).
Baca Juga
IHSG Uji Support 7.000, Panin Sekuritas Jagokan PNIN, KLBF, ADMR dan BTPS
Lebih lanjut kata dia, BTPN Syariah terus berupaya untuk memperkuat kualitas pembiayaannya dengan membangun solidaritas bagi nasabah inklusi.
Sementara dari sisi neraca, Perseroan mencatat penurunan aset menjadi Rp 21,05 triliun per 30 Juni 2024, dibanding periode 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp 21,43 triliun.
Grafik Harga Saham BTPS secara Ytd:

