Musim Altcoin Diprediksi Molor Hingga Oktober 2025, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Industri kripto terus menunjukkan dinamikanya. Teranyar, peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) spot Ethereum di Amerika Serikat (AS) mencatatkan volume perdagangan lebih dari US$ 1 miliar di hari pertamanya. Jumlah tersebut masih jauh dibanding volume ETF Bitcoin saat pertama diluncurkan yaitu US$ 4,6 miliar.
Melansir CoinPedia, Jumat (26/7/2024), perbandingan antara Ethereum dan Bitcoin menunjukan bahwa Ethereum kini sedang dalam tren menurun dibanding Bitcoin yang tetap mempertahankan dominasinya. Artinya, saat ini pasar masih berada dalam musim Bitcoin.
Tercermin dari indeks musim alternative coin atau altcoin yang menunjukan titik terendahnya 13-20. Namun, tren historis menunjukkan bahwa musim altcoin baru tak dapat dihindari. Misalnya di akhir 2023, altcoin menguat bersama Bitcoin yang menandakan dimulainya musim altcoin.
Baca Juga
Selama puncak pasar bullish terakhir pada 2021, Ethereum mengalami kenaikan signifikan dibanding Bitcoin. Jika hal ini kembali terulang, maka diperlukan peningkatan yang substansial yang menyoroti potensi pertumbuhannya yang signifikan.
Sejumlah peristiwa penting di tahun ini, termasuk halving Bitcoin, pengenalan ETF Bitcoin dan Ethereum, serta potensi penurunan suku bunga pada bulan September. Selain itu, indeks likuiditas global membaik, dan pemilihan presiden AS mendatang juga dapat mempengaruhi dinamika pasar.
Baca Juga
Tiga Altcoin ini Berpotensi Merosot Tajam Usai Harga Bitcoin Turun Dibawah US$ 60.000
Secara historis, puncak pasar saham terjadi sekitar 550 hari pasca halving. Oleh karena itu, musim altcoin diprediksi akan mencapai puncaknya sekitar Oktober 2025. Meski begitu, pergerakan signifikan akan terjadi pada kuartal empat 2024, berlanjut hingga kuartal I dan II 2025.

