Intip Rekomendasi dan Target Harga Saham Properti di Semester II-2024
JAKARTA, investortrust.id - Emiten properti residensial seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) telah mengumumkan realisasi marketing sales selama Semester I-2024.
Menurut catatan Stockbit, BSDE mencatatkan marketing sales sebesar Rp 4,8 triliun atau naik 1,1% pada semester I-2024 dibandingkan semester I-2023 yaitu Rp 4,7 triliun. CTRA naik 19,5% dari Rp 5,08 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 6,08 triliun pada semester I-2024.
SMRA membukukan marketing sales Rp 1,72 triliun atau naik 6,6% dari semester I-2023 sebesar Rp 1,61 triliun. Sedangkan PWON melonjak 28,5% dari Rp 600 miliar pada semester I-2023 menjadi Rp 771 miliar pada semester I-2024.
Sedangkan PANI melonjak signifikan 190,7% dari Rp 1,13 triliun di semester I-2023 menjadi Rp 3,30 triliun pada semester I-2024.
Baca Juga
Hasil marketing sales emiten properti residensial pada Semester I-2024 sendiri dicatatkan selama berlangsungnya insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).
“Berdasarkan data yang diumumkan masing-masing perusahaan, SMRA menjadi emiten dengan kontribusi insentif PPN DTP terbesar dalam marketing sales-nya, di mana 61% dari total marketing sales perseroan dikontribusikan dari produk yang memenuhi syarat insentif tersebut,” tulis riset Stockbit yang dikutip pada Rabu (24/7/2024).
Sementara itu, Analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa marketing sales dari emiten properti pada semester II dapat meningkat. Hal ini disebabkan oleh proyek properti yang strategis yang sedang digarap oleh emiten properti, khususnya big caps.
“Strategis di mata masyarakat, ataupun juga investor. Jadi wajar saja kinerja marketing salesnya terus berkembang,” ungkap Nafan pada investortrust.id, Rabu (24/7/2024).
Baca Juga
Realisasikan Marketing Sales 51%, Simak Target Saham BSD (BSDE) Berikut
Menurutnya, salah satu sentimen yang menjadi katalis positif bagi industri properti tahun ini adalah jika suku bunga dari Bank Indonesia benar-benar akan diturunkan pada mulai kuartal IV tahun 2024, sehingga mendorong potensi peningkatan kredit demand, baik dari KPR maupun KPA.
“Tentunya ini akan memberikan katalis positif bagi set-top property di Tanah Air dalam hal akan ada potensi peningkatan kredit demand, baik itu untuk KPR maupun juga KPA. Sehingga tentunya ini akan semakin mem-boost kinerja marketing salesnya ke depan apalagi di akhir tahun ini,” terangnya.
Ia menuturkan, selama emiten memiliki good corporate governance yang baik, maka outlook dari industri properti akan tetap baik tahun ini.
“Biasanya sih marketing sales akan relatively kalau menurut saya ya selama perekonomian stabil dan juga selama outlook tetap bagus ini emiten berbasis properti ini juga akan selalu melakukan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Itu saja syaratnya. Emiten selalu mencatatkan pertumbuhan kinerja marketing sales yang progresif,” pungkas Nafan.
Baca Juga
Asal tahu, insentif PPN DTP sendiri berlaku pada November 2023–Desember 2024, dengan syarat harga rumah maksimum sebesar Rp 5 miliar. Pemerintah menanggung 100% PPN pembelian rumah pada November 2023–Juni 2024, sementara PPN pembelian rumah pada Juli–Desember 2024 hanya akan ditanggung sebesar 50%.
Oleh sebab itu, berdasarkan pencapaian selama Semester I-2024, serta dengan pertimbangan kontribusi dan insentif PPN DTP akan berkurang pada Semester II-2024, Stockbit menilai SMRA berpotensi kembali tidak mencapai target marketing sales-nya.
Pada tahun lalu, SMRA hanya meraih 90,4% dari target marketing sales 2023 di level Rp 5 triliun. Sementara itu, marketing sales PANI berpeluang melebihi target 2024, sehingga perseroan berpotensi merevisi naik target mereka.
Untuk itu, secara teknikal Nafan merekomendasikan emiten properti untuk maintain buy PWON dengan target price Rp 446, accumulative buy CTRA dengan target price 1.225, lalu hold BSDE dengan target price 1075, hold PANI dengan target price 5100, dan hold untuk saham SMRA.
Grafik Harga Saham Sejumlah Saham Properti secara Ytd:

