Perusahaan Properti Ini Mendadak Genggam 20% Saham Fuji Finance (FUJI)
JAKARTA, investrrust.id – PT Siwa Bali Property tiba-tiba menjadi pemegang 20% saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI). Perseroan menggelontorkan dana senilai Rp 66,56 miliar untuk mengakuisisi sebagian besar saham tersebut.
Direktur Fuji Finance Anita Marta mengatakan, Siwa Bali Property membeli sebanyak 260 juta saham FUJI dengan harga pelaksanaan Rp 256 per saham pada 5 Januari 2024. Dengan demikian nilai transaksinya mencapai Rp 66,56 miliar.
Baca Juga
Charnic Capital (NICK) Lepas 10,6% Saham Fuji Finance (FUJI), Apa Pemicunya?
“Pembelian tersebut menjadikan Siwa Bali Property bertindak sebagai pemegang 20% saham FUJI. Transaksi ini bertujuan sebagai investasi,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/1/2024).
Pada tanggal yang sama, PT Charnic Capital Tbk (NICK) terpantau telah melepas sebanyak 10,6% saham miliknya FUJI. Pelepasan tersebut bertujuan sebagai alokasi portofolio investasi.
Berdasarkan pengumuman resmi FUJI di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/1/2024), perseroan melepas sebanyak 137,80 juta saham FUJI dengan harga pelaksanaan Rp 256. Nilai penjualan saham yang dilaksanakan pada 5 Januari tersebut setara dengan Rp 35,27 miliar.
“Penjualan tersebut menjadikan total saham FUJI yang dikuasai Charnic Capital berkurang dari semula 24,99% menjadi 14,39% saham,” tulis manajemen FUJI dalam penjelasan resminya.
Baca Juga
Gara-gara Tiga Saham Prajogo Pangestu Ini, IHSG Sesi I Anjlok 1,08%
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Indovalue Capital Asset tercatat sebagai pengendali perusahaan asuransi ini dengan kepemilikan 64,4%. Sedangkan sisanya Charnic Capital mencapai 24,99% hingga akhir Desember 2023 dan investor public mencapai 35,6%.
Hingga September 2023, FUJI mencatatkan penurunan total pendapatan dari Rp 15,54 miliar menjadi Rp 6,83 miliar. Total bebal juga turun dari semula Rp 7,39 miliar menjadi Rp 3,91 miliar. Penurunan tersebut memicu laba tahun berjalan perseroan turun dari semula Rp 7,76 miliar menjadi Rp 2,70 miliar hingga September 2023. Sedangkan laba per saham dasar turun dari Rp 5,98 menjadi Rp 2,08.

