Perusahaan Investasi Terbesar Dunia BlackRock Sebut Bitcoin Instrumen Keuangan yang Sah
JAKARTA, investortrust.id - CEO perusahaan investasi terbesar dunia BlackRock Larry Fink menegaskan kembali keyakinannya bahwa Bitcoin (BTC) adalah aset yang harus dipertimbangkan oleh setiap orang sebagai bagian dari portofolio mereka.
“Pendapat saya lima tahun lalu salah. Kini saya percaya Bitcoin adalah instrumen keuangan yang sah,” ujarnya dalam wawancara dengan CNBC dikutip dari Coindesk, Selasa (16/7/2024).
Penampilan Fink pada Senin (15/7/2024) pagi terjadi setelah hasil pendapatan kuartal kedua BlackRock, yang melampaui perkiraan analis karena aset yang dikelola meningkat 13% dari tahun ke tahun menjadi US$ 10,6 triliun.
Baca Juga
Harga Bitcoin Melonjak 6% Lebih Dalam Sehari, Penguatan Terbaik Sejak Maret
Kontributor kecil terhadap angka dana kelolaan (AUM) perusahaan adalah iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang diluncurkan pada bulan Januari dan telah mengumpulkan lebih dari US$ 18 miliar sejak itu, termasuk US$ 4 miliar pada kuartal kedua.
Bitcoin, lanjut Fink, harus menjadi bagian dari portofolio setiap investor karena berpotensi memberikan keuntungan yang tidak berkorelasi dan memberikan kontrol keuangan.
Baca Juga
“Ini (Bitcoin) adalah instrumen ketika Anda yakin bahwa negara-negara menurunkan nilai mata uang mereka karena kelebihan defisit. Ada kebutuhan nyata bagi semua orang untuk melihatnya sebagai salah satu alternatif,” ucapnya.
BlackRock kini menjadi pemegang Bitcoin institusional terbesar, melampaui MicroStrategy. Dengan penambahan 31.588 BTC ke dalam portofolionya, BlackRock menegaskan dominasinya di pasar kripto. Kenaikan ini menandai pergeseran kekuatan dalam kepemilikan Bitcoin institusional dan menarik perhatian investor di seluruh dunia.
BlackRock bukan hanya pengelola aset terbesar di dunia, tetapi juga salah satu lembaga keuangan terbesar di dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1988 dan go public pada tahun 1999. Perusahaan ini telah berpengaruh dalam memajukan pertumbuhan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) melalui produk iShares-nya. iShares mencakup lebih dari seperempat aset BlackRock yang dikelola pada tahun 2021.
Perusahaan yang berasal dari dari Amerika ini telah mengelola produk-produk seperti Amazon, Google, Microsoft, Netflix, Starbucks, Tesla, Disney, dan banyak produk-produk lain. Perusahaan yang berpusat di Kota New York, pada Januari 2022, BlackRock mengelola aset sekitar US$ 10 triliun untuk klien atau setara dengan Rp 152,120 triliun.

