IHSG Sesi I Melesat 0,48%, Saham FORU Bertahan ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (12/7/2024), ditutup melesat 34,94 poin (0,48%) menuju 7.335,35. Pergerakannya berada di zona hijau sepanjang sesi kisaran 7.300,54-7.354,16.
Penguatan indeks ditopang lompatan saham sektor keuangan, khususnya perbankan, mencapai 1,21%. Kenaikan juga disumbang penguatan saham sektor property 2,56%, sektor infrastruktur 1,23%, sektor transportasi 0,36%, dan sektor Kesehatan 0,10%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, consumer non primer, material dasar, dan industry.
Baca Juga
Di tengah lompatan IHSG, saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) bertahan menguat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 310 (24,90%) menjadi Rp 1.555. Saham FORU dibuka langsung terbang setelah BEI resmi mengeluarkan saham ini dari papan pemantauan khusus (PPK) hari ini.
Kenaikan juga melanda saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) sebanyak Rp 20 (10,87%) menjadi Rp 204, PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) naik RP 55 (9,48%) menjadi Rp 635, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 110 (9,32%) menjadi Rp 1.290, dan PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) mengaut Rp 5 (9,09%) menjadi Rp 60.
Baca Juga
Golkar Siapkan Jusuf Hamka Dampingi Kaesang di Pilkada Jakarta 2024
Adapun saham dengan koreksi paling dalam melanda saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) anjlok 28,57% menjadi Rp 50, PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) turun 24,79% menjadi Rp 352, PT J Resources Asia Pasific Tbk (PSAB) turun 8,38% menjadi Rp 175, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) turun 8,33% menjadi Rp 550, dan PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) anjlok 7,14% menjadi Rp 208.
Kemarin, IHSG diututup menguat 13,37 poin (0,18) menjadi 7.300,41. Penguatan didukung kenaikan sebanyak 277 saham. Sisanya sebanyak 271 saham ditutup melemah dan 248 saham tidak mengalami perubahan harga.
Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 602,52 miliar, sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut. Net buy terbanyak melanda saham, yaitu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 162,22 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 137,66 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 98,02 miliar.

