Patuhi Peraturan Keuangan Korsel, Binance Berencana Kurangi Kepemilikan Saham di Gopax
JAKARTA, investortrust.id - Bursa mata uang kripto terbesar berdasarkan volume perdagangan, Binance tengah menyelesaikan penjualan mayoritas sahamnya di bursa kripto Gopax kepada penyedia layanan cloud Korea Selatan (Megazone). Hal ini menjadi penting bagi Gopax, karena tengah menghadapi risiko delisting jika tak dapat menyelesaikan masalah tata kelola.
Melansir FinanceMagnetes, Jumat (12/7/2024), saat ini Binance memegang 72,6% kepemilikan saham di Streami, operator Gopax. Namun, Binance berencana mengurangi kepemilikannya menjadi sekitar 10%, dengan menjual saham ke Megazone.
Langkah ini disebut merupakan bagian dari pertukaran inisiatif untuk meningkatkan struktur tata kelola Gopax. Saat ini persyaratan tengah ditetapkan oleh otoritas keuangan untuk memproses laporan perubahan nama dari Gopax menjadi Jeonbuk Bank.
Seorang informan di industri aset kripto mengungkapkan bahwa penjualan tersebut bertujuan untuk memenuhi tuntutan otoritas keuangan di Korea Selatan (Korsel), yang telah menunda persetujuan laporan perubahan Binance selama lebih dari setahun.
Baca Juga
Binance Bantu Bursa Kripto Turki dalam Investigasi Peretasan dan Bekukan Rp 87,2 Miliar Dana Curian
Komisi Layanan Keuangan dilaporkan mendorong Binance untuk mengurangi kepemilikannya menjad kurang dari 10%. Menanggapi hal tersebut, pada Maret lalu, Binance berkomitmen untuk merestrukturisasi tata kelolanya dan menurunkan biaya kepemilikan di Gopax.
Sebelumnya, perusahaan domestik yang terdaftar di KOSDAQ, yaitu BF Labs muncul sebagai mitra potensial bagi Binance. BF Labs mengakuisisi 8,55% saham di Streami dan berupaya meningkatkan kepemilikannya, namun karena persoalan pendanaan akuisisi tersebut tidak berlanjut.
Baca Juga
Sebagai informasi, Gopax tengah mengalami kesulitan keuangan, dengan total utang mencapai KRW 118,4 miliar atau setara Rp 1,39 triliun per April 2024. Situasi makin memburuk karena harga Bitcoin terus naik, serta dampak dari kebangkrutan FTX pada 2022 lalu.
Meski Binance setuju untuk menutupi utang Gopax sebesar KRW 56 miliar atau Rp 656,80 miliar selama akuisisi, namun perjanjian ini bergantung pada otoritas keuangan yang mengizinkan masuknya Binance.

