Penjualan Mobil Astra (ASII) Ungguli Industri, Prospek dan Target Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) berhasil mencatatkan penjualan mobil ungguli pertumbuhan pertumbuhan industry sepanjang Juni 2024. Kenaikan tersebut menjadikan pangsa pasar perseroan melesat menjadi 60,2% pada Juni 2024 atau level tertinggi sejak Juli 2023.
ASII berhasil menjual sebanyak 43.900 unit mobil atau melesat 5% dari bulan Mei, namun turun 6% dari bulan yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut ungguli pertumbuhan penjualan industir hanya 2% menjadi 72.900 unit mobil sepanjang bulan lalu.
Baca Juga
Jelang Peluncuran Model Baru, Saham Astra (ASII) Direkomedasikan Ini
Berdasarkan data, volume penjualan mobil nasional telah mencapai 409 ribu unit sepanjang semester I-2024 atau turun sebanyak 19% dari periode sama tahun lalu. Sedangkan penjualan ritel mobil mencapai 431 ribu unit atau turun 14%, dibandingkan semester I-2023.
Astra (ASII) melalui produknya Toyota dan Daihatsu berhasil mencatatkan peningkatan penjualan mengesankan sepanjang Juni. BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya penjualan mobil diperirakan meningkat dalam waktu dekat, seiring dengan gelaran GIIAS, yaitu pameran otomotif terbesar di Tanah Air.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 5.100. Target tersebut mempertimbangkan volume penjualan mobil semester II tahun ini lebih tinggi dari realisasi semester I-2024.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Mei 2024 Melonjak 54%, Bakal Berlanjut?
Sementara itu, analis Bahana Sekuritas Christine Natasya mengatakan, pergerakan harga saham ASII akan didukung peluncuran model-model baru mobil yang diprediksi dilakukan di GIIAS akhir bulan ini. Dua model baru mobil kemungkinan akan diluncurkan, yaitu kendaraan hybrid All New Prius dan Yaris GR.
Terkait pasar penjualan mobil nasional, dia mengatakan, diperkirakan hanya mencapai 824 ribu unit sepanjang tahun ini atau menunjukkan penurunan sekitar 18% dari tahun lalu dan sekitar 19,8% dari penjualan mobil sebelum Covid.
Baca Juga
Astra International (ASII) Bagi Dividen Tunai Rp 21 Triliun, Jatah Investor Rp 519 per Lembar
Tak terkecuali penjualan mobil ASII ikut berkontraksi tahun ini, sehingga pendapatan divisi otomotif perseroan diprediksi akan turun berkisar 9,3%. Sedangkan produk mobil hybrid diharapkan tetap menjadi produk dengan pertumbuhan penjualan paling pesat bagi Astra.
Berbagai faktor tersebut mendorong Bahana Sekuritas untuk merevisi turun target saham ASII dari Rp 5.700 menjadi Rp 5.600, namun saham ASII masih layak dipertahankan beli. Rekomendasi beli tersebut juga mempertimbangkan seluruh sentimen negatif telah terefleksi pada saham ASII.
Grafik Saham ASII

