Saham Mitratel (MTEL) Ditutup Melesat Kemarin, Penguatan Bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) ditutup melesat mengungguli saham-saham emiten infrastruktur telekomunikasi lainnya pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/7/2024). Lalu, bagaiman tren pergerakan sahamnya ke depan?
Berdasarkan data penutupan perdagangan BEI, saham MTEL ditutup melesat sebanyak Rp 50 (7,69%) menjadi Rp 700. Harga tersebut menyamai level penutupan saham MTEL pada 10 Januari 2024. Pergerakan saham MTEL sepanjang hari dalam rentang Rp 645-700 dengan nilai transaksi Rp 51,49 miliar.
Baca Juga
Kenaikan harga tersebut jauh mengungguli performa saham emiten menara telekomunikasi lainnya, yaitu saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 2,04% menjadi Rp 750. Bahkan, saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) justru ditutup terkoreksi hari ini sebanyak 0,53% menjadi Rp 1.870.
Grafik pergerakan harga saham MTEL mulai menunjukkan tren penguatan terpantau sejak Mei 2024 setelah mencapai level terendah level Rp 555 pada 3 Mei 2024. Sedangkan pagi ini, Selasa (9/7/2024), saham MTEL turun tipis 1,43% menjadi Rp 690.
Lalu, bagaimana prospek selanjutnya saham anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini?analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardidalam riset terbarunya menyebutkan bahwa valuasi saham Mitratel (MTEL) sudah sangat menarik, karena harga saham emiten menara telekomunikasi terbesar di Indonesia ini diperdagangan di bawah standard diviasi rata-rata EV/EBITDA sejak penawaran umum perdana (initial public offering) saham.
“Valuasi saham MTEL saat ini berada di angka sangat menarik dan atraktif, sehingga dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 765 per sahamdalam beberapa hari ke depan,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi dalam riset yang dipublikasikan, bulan lalu.
Baca Juga
Seiring Performa dan Potensi Kuat, Valuasi Saham Mitratel (MTEL) Menarik!
Valuasi saham Mitratel (MTEL), terang dia, didukung tren pertumbuhan penyewa menara telekomunikasi tahun ini yang berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan laba bersih. Pertumbuhan juga didukung berlanjutnya ekspansi bisnis perseroan tahun ini.
Target harga tersebut juga menggambarkan neraca keuangan MTEL yang kuat dengan rasio utang terkendali dan tidak memiliki risiko mata uang asing, sehingga berlanjutnya situasi higher for longer tak berimbas terhadap kinerja keuangan.
NH Sekuritas juga menyebutkan bahwa peluang kenaikan harga saham MTEL juga didukung keberhasilan perseroan mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional pada kuartal I-2024. Laba bersih perseroan naik sebanyak 4% menjadi Rp 521 miliar, pendapatan naik 7,3% menjadi Rp 2,21 triliun, dan EBITDA melesat 9,9% menjadi Rp 1,84 triliun.
Baca Juga
Terapkan Prinsip Keberlanjutan, Mitratel (MTEL) Masuk Daftar Dua Indeks ESG di BEI
Mitratel (MTEL) juga berhasil melanjutkan efisiensi yang tercermin dari penurunan beban operasional sebanyak 3,8% menjadi Rp 365 miliar hingga Maret 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 379 miliar. Faktor utama berasal dari penurunan beban perencanaan, operasional, dan pemeliharaan menara telekomunikasi. Penurunan juga berasal dari penurunan beban lain-lain dikarenakan transisi perubahan model bisnis perseroan.
Selain itu, dia mengatakan, performa operasional perseroan diprediksi tak terpengaruh terkait rencana merger XL Axiata dengan Smartfren. Sebab, berdasarkan data kontribusi terbesar pendapatan perseroan masih berasal dari operator Telkomsel, Indosat, dan XL. “Jika dilihat proporsi pendapatan per penyewa, konsolidasi EXCL dengan FREN tidak begitu berpengaruh terhadap pendapatan MTEL ke depan,” terangnya.
NH Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih MTEL menjadi Rp 2,17 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,01 triliun. Begitu juga dengan pendapatan diestimasi melesat dari Rp 8,59 triliun menjadi Rp 9,31 triliun.
Gragfik Saham MTEL

