BEI Gratiskan Biaya Transaksi ETF bagi AB dan DP
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membebaskan biaya transaksi produk exchange traded fund (ETF) yang dilakukan anggota bursa (AB) dan dealer partisipan (DP). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan volume dan nilai transaksi ETF di bursa.
DP yang melakukan kewajibannya untuk memasukkan penawaran jual atau permintaan beli ETF di pasar sekunder dengan nilai transaksi tertentu setiap bulannya juga akan mendapatkan tambahan insentif sebesar satu hingga dua kali pembebasan biaya. Insentif biaya tersebut meliputi biaya transaksi bursa sebesar 0,018% dan biaya jasa penyelesaian transaksi bursa di KSEI sebesar 0,003%.
Baca Juga
Mantan Dirut BEI Layangkan Surat Terbuka ke OJK Terkait FCA hingga Pendirian Bursa Efek Baru
“Insentif ini diberikan kepada AB dan DP di pasar reguler dan tunai yang setiap akhir bulan dan akan mengurangi tagihan biaya transaksi kepada AB pada periode tersebut. Insentif transaksi ETF ini berlaku sejak 1 Juli 2024 hingga 31 Desember 2026, dan BEI bersama KSEI berhak untuk melakukan evaluasi setiap 6 (enam) bulan atas penerapan insentif tersebut,” tulis Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (8/7/2024).
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil sebanyak 2,60% dari 7.063 menjadi 7.253. Pemodal asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham Rp 2,68 triliun. Penguatan ini merupakan pekan kedua setelah pekan lalu indeks menguat kembali ke level di atas 7.000.
Baca Juga
Kinerja MSCI Indonesia Terburuk di Kuartal II-2024, Banyak Investor Asing Pindah?
Penguatan indeks ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor industri naik 6,17%, sektor energi menguat 5,86%, dan sektor transportas naik 4,96%.
Penguatan selanjutnya melanda saham sektor material dasar 3,86%, sektor teknologi 2,85%, sektor properti 1,40%, sektor konsumer non primer 1,34%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,57% Tak hanya terjadi, investor asing gencar merealisasikan pembelian bersih mencapai Rp 2,63 triliun pekan lalu. Terjadi peningkatan dari net buy pemodal asing dari pekan sebelumnya Rp 499,99 miliar.

