Indo American Seafood (ISEA) Kejar Target Laba Rp 27 Miliar Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten yang bergerak di bisnis pengolahan udang, PT Indo American Seafood Tbk (ISEA), membidik laba bersih Rp 27 miliar pada tahun 2024.
Direktur Utama ISEA Ibnu Syena Alfitra mengungkapkan, target laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan yang ditargetkan menjadi sebesar Rp 398,6 miliar tahun ini, meningkat dari Rp 199,2 miliar pada tahun 2023.
“Capaian kita (harap) pada 2024 sesuai dengan forecasting yang disampaikan, kalau pendapatan sekitar Rp 390 miliar dan net profit-nya Rp 27 miliar,” ujar Ibnu usai seremoni pencatatan umum perdana saham atau IPO ISEA di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/7/2024).
Baca Juga
Listing Besok, Begini Valuasi Saham 3 Emiten Pendatang Baru BLES, ISEA dan GOLF
Tahun ini, Ibnu mengatakan Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk melakukan ekspansi perdagangan produk hasil perikanan di pasar dunia sebab potensi hasil perikanan yang melimpah baik dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.
Sebagai catatan, Perseroan berpotensi mendapatkan dana segar sebesar Rp 72,5 miliar dari IPO dengan harga penawaran awal sebesar Rp 220 - Rp 250.
Kemudian, dana tersebut akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja Perseroan dengan rincian 90% untuk pembelian bahan baku, 5% biaya penjualan dan pemasaran, 4,85% untuk biaya perawatan dan utilitas, serta 0,15% untuk biaya keperluan kantor.
Baca Juga
Indo American (ISEA) Patok Harga IPO Rp 250, Berpotensi Raup Rp 72,50 Miliar
Sepanjang tahun 2023, ISEA membukukan pendapatan sebesar Rp 199,2 miliar. Adapun laba bersih yang dicatatkan sepanjang 2023 adalah Rp 1,7 miliar atau turun dari tahun 2022 sebesar Rp 5,2 miliar.
Sesaat setelah pencatatan saham perdana (listing) pukul 09.01 WIB, saham ISEA lompat 16% ke level 290 per saham dari harga perdana Rp 250 per saham.
Hingga pukul 12.53, saham ISEA melonjak 52 poin (20,80%) ke level 302 dengan jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 135,34 juta lembar saham dengan frekuensi sebanyak 20.179 dan nilai transaksi sebesar Rp 39,73 miliar.

