Petrosea (PTRO) Raih Tambahan Kontrak Jadi US$ 1,08 Miliar dari Perusahaan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) menandatangani perubahan dan pernyataan kembali term sheet perjanjian jasa penambangan dengan PT Pasir Bara Prima, anak perusahaan PT Singaraja Putra Tbk (SINI), senilai US$ 1,08 miliar.
Penandatanganan term sheet yang dilaksanakan pada 3 Juli 2024 tersebut terdiri atas peningkatan produksi Pasar Bara menjadi 415,4 juta BCM dan produksi batu bara sebanyak 52 juta ton.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Milik Prajogo Pangestu Kantongi Kontrak Jasa Tambang US$ 230 Juta
“Estimasi nilai pekerjaan berdasarkan term sheet tersebut mencapai US$ 1,08 miliar,” tulis manajemen PTRO dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/7/2024).
Perubahan tersebut didasarkan term sheet yang sebelumnya telah ditandatangani manajemen PTRO dan Pasari Bara Prima pada 27 Maret 2024 dengan pekerjaan pengupasan lapisan tanah penutup dan produksi batubara di area tambang di Kapuas Tengah, Kalimantan Tengah.
Nilai kontrak berkisar US$ 511,45 juta dengan estimasi lapisan tanah penutup sebesar 240 juta Bank Cubic Meter (BCM) dan produksi batubara sebesar 26,4 juta ton untuk jangka waktu sembilan tahun sampai dengan tahun 2032.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Jasa Penambangan Senilai US$ 511,45 Juta
Sebelumnya, Prajogo Pangestu melalui perusahaan yang dikendalikannya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), kembali membeli sebanyak 7,5% saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dari PT Caraka Reksa Optima. Transaksi tersebut dituntaskan pada 7 Juni 2024.
“Pembelian ini sejalan dengan rencanan pengembangan usaha perseroan dengan tujuan untuk menambah aset perseroan, sehingga dapat memberikan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan perseroan,” tulis Dirut CUAN Michael.
Dengan penambahan saham tersebut, CUAN melalui Kreasi Jasa Persada (KJP) kini menjadi pemegang 41,5% saham PTRO. Sedangkan kepemilikan Caraka Reksa Optima turun menjadi 23,90%. Sisanya dikuasai PT Sentosa Bersama Mitra 18,85% dan investor publik.

