Jelang Diakuisisi Emiten Prajogo Pangestu, Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Jumbo Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) meraih kontrak onshore early works engineering, procurement, & construction (EPC) senilai Rp 4,6 triliun. Kontrak tersebut berjangka waktu 24 bulan.
Sekretaris Perusahaan Petrosea (PTRO) Anto Broto mengatakan, perseroan telah meraih kontrak EPS pada 1 Februari 2024 dari Ubadari, Tangguh EGR/CCUS & Tanggung Onshore Copression (UCC) senilai Rp 4,6 triliun.
“Kontrak ini akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan usaha perseroan serta meningkatkan kinerja keuangan dan operasional perseroan,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga
Demi Penyelesaian Akuisisi 34% Saham PTRO, Petrindo (CUAN) Umumkan Ini
Sebelumnya, perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSB) terkait rencana akuisisi sebanyak 34% saham Petrosea (PTRO) senilai Rp 940 miliar.
Perseroan mengakusisi saham PTRO melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada dari PT Cara Reksa Optima. Sebagaiman diketahui perseroan sebelumnya telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (PSSB) terkait akuisisi 34% saham PTRO pada 7 November 2023.
Baca Juga
Diputuskan 12 Februari, Petrindo Jaya (CUAN) Ungkap Nilai Akuisisi 34% Saham Petrosea (PTRO)
“Aksi akuisisi tersebut akan tuntas setelah mendapatkan persertuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pad 12 Februari 2023,” tulis manajemen CUAN.
Terkait harga akuisisi Rp 940 miliar untuk 342.925.700 saham PTRO, maka nilai transaksi tersebut berkisar Rp 2.741 per saham. Nilai transaksi tersebut jauh di bawah harga penutupan pasar hari ini level Rp 5.550.

