Bos BEI Ungkap Strategi Tingkatkan Nilai Penggalangan Dana Pasar Modal
JAKARTA, investortrust.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan total akumulasi fund raise atau penghimpunan dana pada pasar modal Indonesia mencapai Rp 479,42 triliun atau naik sebesar 35,20% year on year (yoy) sepanjang tahun 2023.
Angka tadi sejalan dengan industri perbankan yang memiliki total pinjaman beredar sebesar Rp 5.142 triliun atau tumbuh 11,96% yoy.
“Perbandingan ini menunjukkan bahwa pasar modal adalah alternatif strategi pendanaan yang kompetitif,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam acara Road to Indonesia Management Summit (IMS) 2024 secara daring, Senin (1/7/2024).
Lebih lanjut, kontribusi pasar modal Indonesia bagi negara juga tercermin dari total nilai pajak yang dibayarkan oleh perusahaan tercatat pada tahun 2023, yaitu sejumlah Rp 185,17 triliun atau sekitar 26% dari total pendapatan dibandingkan dengan tahun 2019.
Kemudian, pembagian dividen dari perusahaan tercatat kepada investor juga terus meningkat pada tahun 2023 menjadi Rp 366,6 triliun atau naik 42,6% dibandingkan tahun 2019.
Baca Juga
Net Buy Berlanjut Rp 185,29 Miliar, Asing mulai Gencar Borong Saham Bank
Iman mengatakan, walaupun Indonesia memiliki beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai aset yang produktif bagi perekonomian Indonesia di masa depan, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi saat ini, yaitu bahaya perlambatan ekonomi global, inflasi dan tingkat cukup bunga yang meningkat, serta ketegangan geopolitik terutama di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi harga komoditas, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang.
Oleh sebab itu, kata dia, terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh BEI untuk dapat menyediakan perdagangan yang teratur, wajar dan efisien, serta menarik minat investor untuk senantiasa berinvestasi melalui pasar modal.
Di antaranya adalah peluncuran produk dan layanan baru sebagai usaha untuk peningkatan liabilitas perdagangan, serta eksplorasi perluasan peran untuk dapat menjadi alternatif pendanaan selain atas jasa transaksi seperti pendapatan melalui layanan data maupun produk lain selain saham yaitu bursa karbon.
Ke depannya, BEI akan terus melakukan inisiatif strategis yaitu dengan menekankan pada tiga hal fokus utama, yaitu yang pertama, pendalaman pasar, yang kedua, perlindungan investor, dan yang terakhir adalah sinergi dan konektivitas regional.
“Ketiga fokus ini kami terapkan ke beberapa fokus seperti implementasi papan muatan khusus, papan ekonomi baru, ESG scoring, dan optimasi layanan dan produk-produk pasar modal baru, seperti waran terstruktur dan single stock futures,” ujarnya.
Baca Juga
Iluni FEB UI dan BEI Gelar IMS 2024 Besok, Ini Deretan Pembicaranya
BEI juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan untuk tetap dapat meningkatkan pertumbuhan investor setiap tahunnya, diantaranya melalui kegiatan pencanangan dan literasi, serta inklusi pasar modal di seluruh Indonesia dengan mengedepankan program Aku Investor Saham, bekerjasama dengan OJK, pihak pemerintah, SRO lainnya, serta perusahaan berkualitas dan akademik.
Sebagai catatan, Acara Road to IMS24 merupakan putaran yang kedua setelah putaran pertama yang diselenggarakan pada tanggal 15 Mei 2024 lalu di ajang Jakarta Marketing Week 2024 di Atrium Kota Kasablanka.
Road to IMS24 merupakan bagian dari acara puncak IMS24 yang nantinya akan diselenggarakan sehari penuh di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta pada tanggal 26 Agustus 2024 mendatang. (CR-4)

