Tren Pelemahan IHSG, Sinarmas AM Optimistis Reksa Dana Saham Punya Prospek Cerah
AKARTA, Investortrust.id - Di tengah tren pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG), Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) optimistis bahwa reksa dana saham masih memiliki prospek yang cerah tahun ini hingga tahun depan. Bahkan, Sinarmas AM juga optimistis bahwa IHSG dapat mencapai level 7.700 pada tahun ini.
“Ke depannya kita melihat sebenarnya ada potensi untuk reksadana saham, bahkan untuk tahun depan kita masih memilih reksadana saham sebagai yang utama di Sinarmas,” ujar Chief Investment Officer dari Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu dalam podcast Konvergensi di kantor Investortrust.id pada Jumat (29/6/2024).
Salah satu hal yang mampu mendorong kinerja reksa dana saham yang dilansir Sinarmas AM adalah penggunaan artificial intelligence (AI) untuk mendongkrak kinerja reksa dana saham milik Sinarmas Asset Management, khususnya produk Danamas Saham. Kolaborasi dari Sinarmas sebagai expertise dari MI tradisional dengan AI dilakukan untuk meng-generate portfolio nasabah agar berkinerja terbaik sesuai dengan goal nasabah.
Baca Juga
Sinarmas AM Jadi MI Pertama Gaet AI, Return Bisa 20% Setahun
Menurut Genta, pengelolaan dana dengan menggunaan AI berpotensi besar dikembangkan. Di Indonesia sendiri baru Sinarmas yang mempelopori penggunaan AI tersebut. Sehingga, berinvestasi di AI dapat menjadi terobosan menarik bagi Sinarmas Group secara keseluruhan sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan track record yang baik.
Genta menjelaskan, perbedaan signifikan dari penggunaan AI dalam pengelolaan dana reksa dana dengan robo trading adalah AI masih membutuhkan human touch sehingga rekomendasi tidak serta merta berasal dari teknologi namun masih membutuhkan validasi dari manajer investasi untuk mengurangi error dalam rekomendasi portfolio nasabah.
“AI bisa melihat fundamental story dulu seperti apa, AI bisa meng-capture suatu momentum seperti sentimen publik itu yang menarik. AI bisa membaca pola yang tidak dibaca oleh analis atau manusia biasa,” tuturnya.
Baca Juga
Sinarmas AM Ungkap Sentimen Positif Pertumbuhan Reksa Dana 2024
Kolaborasi ini mendorong salah satu reksa dana saham (Danamas Saham) dari Sinarmas Asset Management tetap memberikan return yang tinggi sebesar 20,40% dalam satu tahun di tengah pelemahan indeks LQ45 dan IDX30.
Sebagai catatan, data perkembangan nilai aktiva bersih (NAB) berdasarkan jenis reksa dana pada akhir Mei, 2014-2024. Reksa dana pendapatan tetap dan terproteksi menunjukkan tren meningkat, sedangkan tren reksa dana saham dan pasar uang cenderung menurun.
Sementara itu, perkembangan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana PT Sinarmas Asset Management selama tahun 2020 - Mei 2024 adalah sebesar 6,4%, bahkan NAB mei 2024 meningkat 10,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu (kiri) berdiskusi dengan Managing Editor Investortrust, Fajar Widiyanto pada podcast Konvergensi di kantor redaksi Investortrust di Jakarta, Jumat (29/6/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra

