Bukit Asam (PTBA) Genjot Efisiensi Operasi dan Produksi
JAKARTA, investortrust.id - Emiten pertambangan anggota Grup MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), terus memperkuat efisiensi di bidang operasi dan produksi guna mempertahankan kinerja positif. Berbagai langkah telah dilakukan untuk membuat perusahaan semakin efektif dan efisien.
"Upaya-upaya efisiensi ini menciptakan ruang untuk peningkatan profitabilitas, serta membuat perusahaan semakin agile dalam menghadapi berbagai tantangan industri pertambangan batu bara ke depan," kata Corporate Secretary Bukit Asam, Niko Chandra dalam keterangan resmi, Kamis (27/6/2024).
Baca Juga
Cek Rekening! Bukit Asam (PTBA) Cairkan Dividen Rp 397,71 per Saham
Niko mengungkapkan, pada kuartal I-2024, realisasi rasio nisbah kupas (stripping ratio) perseroan terjaga pada tingkat 6,3 kali. Sebagai pembanding, rasio nisbah kupas pada periode yang sama 2023 mencapai 7,1 kali. Bukit Asam juga memangkas jarak angkut tanah dan batu bara, salah satunya melalui penggunaan conveyor.
Selain itu, menurut Niko Chandra, Bukit Asammengoptimalkan peran anak usaha yang bergerak di sektor jasa penambangan, PT Satria Bahana Sarana (SBS). Sepanjang kuartal I-2024, kontribusi PT SBS mencapai 1,5 juta ton atau 21% dari total produksi. Jumlah tersebut meningkat 29% secara tahunan (year on year/yoy).
Niko menambahkan, Bukit Asam juga memiliki program Eco Mechanized Mining alias mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi elektrik. Alat yang telah digunakan Bukit Asam di antaranya 7 ekskavator listrik jenis Shovel PC-3000, 40 dump truck sekelas 100 ton hybrid (diesel dan listrik), serta 6 pompa tambang berbasis Listrik.
“Dari program ini, perusahaan dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel serta mereduksi emisi,” tutur dia.
Niko Chandra menjelaskan, Bukit Asam juga menjalankan program E-Mining Reporting System, yaitu sistem pelaporan produksi secara real time dan daring sehingga mampu meminimalkan pemantauan konvensional yang menggunakan bahan bakar.
Berkat upaya-upaya efisiensi ini, menurut dia, biaya tunai (cash cost) Bukit Asam pada kuartal I-2024 turun 10% menjadi Rp 867 ribu per ton dibanding Rp 965 ribu per ton pada kuartal I-2023.
Baca Juga
Penjualan Naik 10%, Bukit Asam (PTBA) Bidik Produksi Batu Bara 41,3 Juta Ton 2024
"Perusahaan fokus menjalankan praktik penambangan berkelanjutan sesuai visi perusahaan, yaitu menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Kami optimistis dapat menjaga kinerja baik dan sejalan dengan target hingga akhir 2024," papar Niko.
Bukit Asam membukukan laba bersih Rp 790,9 miliar pada kuartal I-2024, turun sekitar 31% dibandingkan periode sama 2023 sebesar Rp 1,16 triliun.
Saham PTBA pada pukul 14.00 berada di posisi Rp 2.440, stagnan dibanding hari sebelumnya. PTBA kini memiliki price to earning ratio (PER) 35,48 kali, dengan return on asset (ROA) 2,06% dan return on equity (ROE) 3,52%.

