Gelar RUPS, Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Optimistis Prospek Bisnis Positif
JAKARTA, investortrust.id – Produsen pakan ternak dan produk olahan ayam dan unggas, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (25/6/2024).
RUPS yang dipimpin oleh Komisaris Utama PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, Antonius Joenoes Supit, berhasil menetapkan sejumlah keputusan penting. Salah satunya, menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2023.
Sebelum disahkan dalam RUPS, Direktur Utama PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, Sungkono Sadikin, memaparkan kondisi bisnis perunggasan yang menghadapi ketidakpastian regulasi dan mengakibatkan distorsi pasar akibat over-supply ayam. Tekanan ini terjadi justru saat kondisi ekonomi nasional menunjukan ketangguhan di tahun 2023.
Faktor-faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas juga menimbulkan tekanan bagi bisnis unggas. Hal ini diperparah oleh meningkatnya harga bahan baku seperti jagung dan kacang kedelai, yang merupakan komponen penting dalam pakan ternak.
Meski begitu kata Sungkono, dengan menerapkan sejumlah strategi, Sreeya Sewu mampu menjaga kinerjanya tetap stabil. Strategi dimaksud diantaranya, lebih cermat dalam menjaga kualitas produk dan layanan, serta menjaga hubungan kemitraan yang baik dengan masyarakat lokal.
Baca Juga
‘’Perseroan juga menjalankan strategi jangka panjang untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor hulu dan hilir, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi ketidakpastian bisnis di sektor hulu,’’ urai Sungkono Sadikin dalam keterangan resminya usai RUPS, Selasa (25/6/2024).
Lewat sejumlah strategi yang dapat dieksekusi dengan baik, Sreeya Sewu berhasil mencatat perolehan pendapatan yang cenderung stabil sejak tahun sebelumnya, mencapai Rp 6,09 triliun di tahun 2023 dari Rp 6,05 triliun di tahun sebelumnya.
Upaya efisiensi operasional juga mampu menekan beban pokok penjualan sebesar 0,85% dan mendorong laba bruto tumbuh 19,03%. Pencapaian laba bruto di tahun 2023 menjadi Rp 572,80 miliar dari Rp 481,23 miliar di tahun 2022.
‘’Dalam menjaga tingkat keuangan Perseroan yang sehat di tengah kondisi ketidakpastian, Perseroan mengupayakan perbaikan internal, seperti kebijakan improvement untuk ketahanan margin yang tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi lebih pada perbaikan ke dalam dan upaya bertahan untuk tetap tangguh, terutama terkait over-supply pada kinerja DOC atau penjualan ayam hidup,’’ ujarnya.
Selain itu, Perseroan telah berhasil melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) sejumlah Rp 499,99 miliar untuk memperkuat struktur modal sekaligus mendukung ekspansi Entitas Anak untuk keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Disampaikan, setelah dikurangi biaya Penawaran Umum adalah sebesar Rp 3,76 miliar, Perseroan mengantongi nilai bersih hasil Penawaran Umum Rp 496,23 miliar. ‘’Seluruh dana tersebut elah direalisasikan melalui Penyertaan Modal kepada Perusahaan anak yaitu PT Belfoods Indonesia untuk kebutuhan sekitar 75% digunakan untuk belanja modal dan sisanya untuk modal kerja,’’ ujar Sungkono Sadikin.
Optimistis Bertumbuh
Manajemen Sreeya Sewu memendang positif prospek usaha di masa datang, seiring adanya berbagai faktor yang mendukung.
Disampaikan, dalam mengatasi tantangan dan meraih peluang keberlanjutan bisnis, Perseroan merencanakan strategi pengembangan merek agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui upaya pemasaran yang intensif.
Selain itu, sektor pakan ternak Perseroan terus didorong untuk dapat meningkatkan kepercayaan dalam perdagangan. Manajemen risiko yang lebih baik juga akan menjadi fokus, di mana Perseroan berusaha untuk tetap hati-hati namun tetap berani dalam melakukan ekspansi bisnis.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Kena Serangan Siber, Ternyata Pusat Datanya Dikelola Telkom
"Dalam mengantisipasi kondisi ekonomi yang tidak pasti, Perseroan berencana untuk melakukan perluasan jaringan distribusi ke daerah-daerah di luar kota besar," imbuh Sungkono Sadikin.
Lebih lanjut, dengan memperkuat operasional yang lebih ramping, Perseroan berharap dapat lebih efisien dalam menjalankan bisnis.
Secara keseluruhan, kata dia, manajemen Perseroan optimis dengan prospek usaha ke depan, terutama dengan rencana pengembangan downstream yang telah dirancang untuk meningkatkan pangsa pasar melalui penguatan pemasaran, komunikasi media, merek dagang, dan standar operasional.
Jajaran Komisaris dan Direksi
Agenda penting lain yang berhasil ditetapkan dalam RUPST adalah pengangkatan dan pengangkatan kembali jajaran Direksi dan Komisaris Perseroan, dengan masa jabatan sampai dengan ditutupnya RUPST Perseroan yang diselenggarakan pada tahun 2027.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Antonious Joenoes Supit
Komisaris: Eddy Tamboto
Komisaris Komisaris: Stephanie Verawaty Gondokusumo
Komisaris: Tatang Widjaja
Komisaris Independen: Theo Lekatompessy
Direksi
Direktur Utama: Sungkono Sadikin
Direktur: Sri Sumiyarsi
Direktur: Irvan Cahyana
Direktur: Natanael Yuyun Suryadi
Grafik Harga Saham SIPD secara Ytd:

