Pilpres AS Makin Dekat, Debat Soal Kripto Makin Menjadi Topik Hangat
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun 2024, aset kripto makin menjadi topik hangat. Baik Joe Biden maupun Donald Trump sedang menyesuaikan posisi mereka terhadap aset digital, menjadikannya isu penting bagi para pemilih. Apalagi, ini adalah sesuatu yang diperhatikan banyak orang karena memengaruhi cara kita menangani uang secara online.
Untuk diketahui, Pemilu Presiden (Pilpres) AS makin dekat yakni 5 November 2024. Di mana calon petahana Joe Biden dan mantan Presiden AS Donald Trump akan berdebat satu sama lain pada tanggal 27 Juni mendatang.
Perjalanan Kripto Biden
Dikutip dari Coingabbar, Sabtu (22/6/2024) ketika Biden menjadi presiden, banyak penggemar kripto yang tidak senang dengannya. Mereka tidak menyukai orang-orang yang dia pilih untuk mengatur kripto atau undang-undang yang didukung partainya. Inilah yang telah dilakukan Biden sejauh ini. Sebut saja memilih Gary Gensler untuk memimpin SEC (Securities and Exchange Commission), kelompok yang mengawasi pasar keuangan.
Dia juga menandatangani perintah untuk membuat aturan untuk aset digital. Dia menghentikan rencana yang akan mengubah cara bank menangani kripto.
Baca Juga
Tiga Koin Kripto Berikut Bisa Jadi Rekomendasi Menarik di Akhir Pekan Ini
Beberapa orang menyalahkan Biden atas sikap keras partainya terhadap kripto. Elizabeth Warren, yang berasal dari Partai Demokrat, sering menentang aset digital dengan mengatakan bahwa aset tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal.
SEC, di bawah Gensler, telah menindak perusahaan kripto. Mereka mengambil tindakan hukum terhadap nama-nama besar seperti Ripple, Coinbase, dan Kraken.
Namun seiring semakin dekatnya pemilu, Biden dinilai telah melunakkan pandangannya. Dia menunjukkan minat untuk bekerja dengan Kongres mengenai peraturan kripto. Bahkan tim kampanyenya dilaporkan menghubungi pakar kripto untuk meminta nasihat, termasuk desas-desus Biden mulai menerima sumbangan kampanye dalam bentuk Bitcoin untuk menarik pemilih muda, seperti dilakukan Trump.
Perubahan Pandangan Trump tentang Kripto
Donald Trump memiliki hubungan rollercoaster dengan kripto. Sebagai presiden, dia sangat menentangnya, menyebut Bitcoin sebagai penipuan dan mengatakan bahwa mata uang kripto didasarkan pada omong kosong. Namun segalanya berubah sejak dia meninggalkan posisinya.
Trump sekarang telah beralih ke kripto. Dia membuat koleksi digitalnya sendiri (NFT) dan mengatakan kampanyenya akan menerima sumbangan Bitcoin. Dia bahkan berjanji untuk memastikan semua sisa Bitcoin ditambang di AS jika dia menang.
Kedua kandidat tampaknya menyadari bahwa pemilih kripto bisa menjadi penting dalam pemilu yang ketat. Lebih dari 60 juta orang Amerika telah berinvestasi dalam kripto, dan banyak dari mereka adalah pemilih muda yang ingin ditarik oleh para kandidat.
Debat Mendatang
Biden dan Trump akan berhadapan dalam debat pada 27 Juni 2024 mendatang. Kripto bisa menjadi topik yang mereka diskusikan. Trump sudah mendapat dukungan dari beberapa nama besar di dunia kripto, seperti si kembar Winklevoss yang mendirikan Gemini.
Beberapa orang yang berencana memilih Biden mengatakan mereka menyukai kripto yang tidak terikat pada satu partai politik. Yang lain khawatir dengan masalah hukum Trump.
Di sisi lain, ini adalah pertama kalinya kripto menjadi isu besar dalam pemilihan presiden AS. Ini menunjukkan betapa pentingnya aset digital. Meski demikian, dampak kripto pada Pemilu AS masih belum pasti. Banyak orang Amerika yang tidak yakin akan keamanan dan keandalannya karena skandal dan ambruknya pasar baru-baru ini. Namun, beberapa jajak pendapat menunjukkan bahwa hal ini merupakan masalah yang penting bagi para pemilih, terutama di negara bagian yang belum menentukan pilihan dan lebih dari 20% menganggapnya penting.
Dalam hal perolehan suara, tidak jelas seberapa besar pengaruh kripto terhadap keputusan. Meskipun beberapa pihak lebih menyukai Trump dibandingkan Biden, perbedaan pendapat tersebut tidak terlalu besar.
Sebagai kesimpulan, peran kripto dalam Pemilu sangatlah kompleks, dengan persepsi dan kepemilikan memainkan peran tersebut, namun pengaruh langsungnya terhadap perilaku pemilih masih harus dilihat.
Baca Juga
Kehadiran Aplikasi SPRINT dari OJK Jadi Langkah Positif Bagi Ekosistem Kripto di Indonesia
Risiko dan Tantangan
Dukungan Trump terhadap kripto merupakan perubahan besar dibandingkan masa kepemimpinannya sebagai presiden. Hal ini bisa membantunya memenangkan beberapa pemilih, namun juga memiliki risiko. Apalagi, pasar mata uang kripto bisa menjadi sangat tidak stabil, dan beberapa tokoh besar mata uang kripto mengalami masalah hukum. Bagi industri kripto, terdapat risiko bahwa hal ini dapat menjadikan kripto sebagai isu partisan.
Namun menjadikan kripto sebagai isu kampanye memiliki beberapa risiko. Pasar kripto sangat tidak dapat diprediksi. Jika terjadi kecelakaan atau skandal besar lagi, hal ini bisa menjadi bumerang bagi kandidat yang sangat mendukungnya. Beberapa pihak khawatir bahwa menyelaraskan kripto dengan satu pihak dapat menyebabkan kebijakan yang berubah-ubah setiap kali Gedung Putih berpindah tangan.

