Diiringi Risiko Tinggi Pamor Meme Coin Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Pamor meme coin saat ini terus meningkat dan menjadikannya sebagai salah satu pilihan investasi kripto yang banyak diminati. Namun menurut sebuah riset, koin meme atau meme coin memiliki risiko yang tinggi.
Melansir laporan Coin Metrics, Jumat (14/6/2024), meme coin mendapatkan skor tertinggi yang ditandai dengan koefisien gini yang mencapai 0,8.
Sebagai informasi, koefisien gini merupakan ukuran statistik ketidaksetaraan ekonomi dalam suatu populasi. Dimana, gini 0 menunjukan kesetaraan sempurna, sementara gini 1 menunjukan ketidaksetaraan secara total.
Dalam konteks meme coin, koefisien gini digunakan untuk menilai distribusi kepemilikan token diantara alamat-alamat yang berbeda. Evaluasi Coin Metrics dengan koefisien gini sebesar 0,8% menyoroti risiko investasi yang tinggi terkait dengan jenis aset kripto ini.
Baca Juga
Seiring Dengan Pelemahan Kripto, Meme Coin Donald Trump Ikut Terimbas
Koefisiensi gini yang tinggi tersebut juga menyoroti sentralisasi kepemilikan token yang sebenarnya. Sentralisasi ini juga menimbulkan berbagai risiko, termasuk potensi manipulasi pasar.
“Sebelum mempertimbangkan investasi apapun pada meme coin, memahami dinamika ini sangat penting untuk menilai stabilitas dan potensi risiko yang terkait dengan salah satu jenis aset digital ini,” kata Coin Metrics.
Baca Juga
Preferensi Investor Terhadap Koin Meme Kian Meningkat, Bitcoin Tersaingi?
Adapun, sektor meme coin telah mencatatkan kapitalisasi pasar senilai US$ 60 miliar atau setara Rp 976,84 triliun pada Juni 2024. Capaian sektor ini didorong oleh sifatnya yang sangat spekulatif, serta sebagian besar dipengaruhi oleh sentimen pasar daripada nilai intrinsik.
Hingga Maret 2024, meme coin mencatat volume perdagangan dengan spot sebesar US$ 13 miliar atau Rp 2.116,32 triliun (rata-rata 7 hari) di seluruh exchange terpusat (CEX), bahkan melampaui aset utama seperti Ethereum dan Solana.

