Asing Tiba-Tiba Net Buy Rp 2,98 Triliun, Ternyata Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing tiba-tiba merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 2,98 triliun, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/6/2024), ditutup anjlok sebanyak 18,54 poin (0,27%) ke level terendah baru 6.831,56 sepanjang tahun ini.
Net buy tersebut ternyata didukung atas adanya crossing saham PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) sebanyak Rp 3,85 triliun melalui pasar negosiasi hari ini. Crossing tersebut bagian dari divestasi 10% saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) di SILO kepada investor asal Singapura.
Baca Juga
Net buy selanjutnya dicatatkan saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 61,81 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 53,04 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 45,35 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (AMMN) Rp 35,87 miliar.
Sebaliknya lima saham ini catatkan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 382,01 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 173,05 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 147,76 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 67,31 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 60,85 miliar.
Terkait pelemahan indeks hari ini dipicu atas koreksi saham sektor material dasar 0,73%, sektor properti 0,23%, dan sektor transportasi 0,26%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi 1,18%, sektor teknologi 1,42%, dan sektor keuangan 0,25%.
Baca Juga
Sumber Daya Batu Bara Indonesia 97,29 Miliar Ton, Apa Yang Bakal Dilakukan Pemerintah?
Meski indeks terkoreksi, dua saham ini berhasil menguat sampai auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) melesat Rp 60 (34,48%) menjadi Rp 234 dan PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) naik Rp 56 (24,78%) menjadi Rp 282.
Penguatan juga melanda saham PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik Rp 72 (23,68%) menjadi Rp 376, PT PAM Mineral Tbk (NICL) naik Rp 27 (15,79%) menjadi Rp 198, dan PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) menguat Rp 11 (14,67%) menjadi Rp 86.
Grafik IHSG

