Ketimbang Properti, Warga Selandia Baru Lebih Pilih Investasi di Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Dalam survei baru-baru ini yang diterbitkan Easy Crypto dan Protocol Theory mengungkapkan, warga Selandia Baru cenderung lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya pada aset kripto, alih-alih ke properti.
Melansir Cryptonews, Selasa (11/6/2024), CEO Easy Cripto Janine Grainger mengatakan, keinginan memiliki rumah bertentangan dengan realitas ekonomi penduduk di Selandia Baru saat ini. Kepemilikan lahan seluas 1/4 hektar menjadi semakin menantang, khususnya untuk kaum muda.
“Dengan generasi muda yang menghadapi tantangan keuangan kecuali mereka mewarisi kekayaan dan generasi yang lebih tua yang ingin meningkatkan masa pensiun mereka, mata uang kripto menjadi daya tarik lintas generasi,” ujarnya.
Baca Juga
Senat Amerika Serikat Cabut Larangan Deposito Kripto di Perbankan
Hasil survei menunjukan bahwa sebagian besar warga percaya mereka dapat berinvestasi di aset kripto sedikit demi sedikit, sementara sebagian kecil lainnya yakin bisa melakukan investasi pada properti. Hal ini mencerminkan jika aset kripto lebih mudah diakses daripada properti, yang disebabkan tingginya biaya terkait pasar properti.
Survei yang dilakukan terhadap 1.034 warga Selandia Baru ini ditujukan untuk menggali sikap mereka terkait rencana keuangan masa depan, situasi ekonomi, dan aset kripto.
Hasilnya, sekitar 50% lebih warga Selandia Baru telah melirik aset kripto, di mana 14% diantaranya saat ini atau sebelumnya telah memiliki kripto, jumlah ini naik 10% dibanding tahun 2022. Sementara, sekitar 45% lainnya masih mempertimbangkan untuk berinvestasi di aset digital ini.
Walaupun jumlah investor kripto meningkat, namun 72% dari mereka yang belum berinvestasi mengatakan bahwa mereka bingung dan tidak tahu harus mulai berinvestasi darimana. Kesulitan memahami informasi dan kurangnya panduan yang dapat diandalkan merupakan hambatan utama.
Baca Juga
The Motley Fool Prediksi Delapan Aset Kripto Ini akan Melejit pada Tahun Ini
Hal ini menunjukkan dibutuhkannya informasi yang lebih jelas, serta edukasi dan literasi yang lebih baik untuk bisa menjembatani kesenjangan antara minat dan investasi. Setengah dari mereka yang disurvei juga menginginkan regulasi yang jelas tentang operasional kripto.
Bak gayung bersambut, pemerintah Selandia Baru juga akan melakukan perombakan regulasi kripto. Pada April lalu, Menteri Perdagangan dan Urusan Konsumen Selandia Baru menyerukan perombakan regulasi dan dukungan untuk pengembangan industri.

