Pasar Marak Sentimen, Investor Perlu Cermati Tiga Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id - Para investor pasar saham perlu memperhatikan sejumlah sentimen yang akan memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini. Setidaknya ada tiga saham yang perlu dicermati, yaitu PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), PT Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT), Angga Septianus menjelaskan, pelemahan IHSG terjadi karena sejumlah sentimen, seperti Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC)+ yang sepakat memperpanjang pemotongan produksi minyak sebanyak 2 juta barel per hari periode 1 Januari-31 Desember 2025.
Baca Juga
"Meski pemotongan produksi diperpanjang, harga minyak tetap saja turun karena demand dari AS dan China lemah serta produksi AS bertambah," kata Angga dalam keterangan tertulis, Senin (10/6/2024).
Sentimen lainnya, menurut Angga, yaitu keputusan European Central Bank (ECB) memangkas tingkat suku bunga pertama kalinya sejak 2019 sebesar 25 bps ke level 3,75% dan data lowongan pekerjaan.
Dari dalam negeri, kata Angga Septianus, sentimen berasal dari inflasi Mei 2024 yang tercatat sebesar 2,84% secara tahunan (yoy) atau di level terendah selama tiga bulan karena normalisasi harga bahan pangan pasca-Puasa dan Lebaran.
Sentimen juga datang dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur yang turun ke level 52,1 akibat sedikitnya hari kerja pada Mei 2024.
“Cadangan devisa Mei naik menjadi US$ 139 miliar dan harga komoditas berada dalam fase korektif, di mana weekly coal di bawah US$ 140 per ton, timah turun 4,6%, dan nikel melemah 6,2%. Alhasil, sektor komoditas tak mampu menahan IHSG sehingga ambruk di breakdown support 6.900,” papar dia.
Angga menjelaskan, data-data penting yang akan dirilis minggu ini di antaranya inflasi China dan data inflasi konsumen AS pada Mei. Data lain yang bakal rilis minggu ini adalah suku bunga The Fed dan proyeksi ekonomi Federal Open Market Committee (FOMC). AS juga akan merilis pasar tenaga kerja dan klaim pengangguran.
“Banyak data penting dari AS yang keluar minggu ini. Investor berpotensi wait and see dan market cenderung stagnan, apalagi rupiah masih di posisi lemah. Menariknya, kalau ekonomi AS melemah dan China menguat, ini bisa jadi kabar positif bagi market Asia,” tutur dia.
Baca Juga
Dia menambahkan, permintaan terhadap dolar AS akan turun pelan-pelan dan rupiah menguat sehingga aliran modal asing bakal kembali masuk ke pasar saham.
Berkaca pada data-data ekonomi dan sentimen nikel tersebut, menurut Angga Septianus, IPOT merekomendasikan saham SMGA, SIDO, dan CPIN, dengan rincian sebagai berikut:
1. SMGA
Rekomendasi: Buy on Breakout
Support: Rp 90
Resistance: Rp 109
2. SIDO
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 730
Resistance: Rp 815
3. CPIN
Rekomendasi: Buy on Breakout
Support: Rp 5.200
Resistance: Rp 5.775

