Pasar Saham Respons Positif Pilpres Satu Putaran, IHSG Berpeluang Menuju Level Segini
JAKARTA, investortrust.id - Pasar saham merespons positif pelaksanaan Pemilu 2024. Salah satu buktinya, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (Kamis, 14/2/2024) melaju di zona positif.
Hingga pukul 15.31, IHSG berada di level 7.313, menguat 1,45% dibanding penutupan sehari sebelum pelaksanaan pemilu, Selasa (13/2/2024) di posisi 7.209,74. Saat itu, indeks anjlok 87,92 poin (1,2%) dibanding hari sebelumnya.
Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei, pasangan Prabowo-Gibran memenangipemilu satu putaran, dengan mengantongi 57-58% suara.
Baca Juga
Analis pasar modal, William Hartanto mengungkapkan, pemilu yang berlangsung damai dan berlangsung satu putaran telah membuat pasar lebih percaya diri.
“Terlihat respons positif pasar dengan sentimen pemilu yang berlangsung damai dan kemungkinan selesai dalam satu putaran,” kata William saat dihubungi investortrust.id di Jakarta, Kamis (15/2/2024).
William Hartanto menjelaskan, sehari menjelang pemilu,IHSG melemah cukup dalam. “Itu tidak termasuk bagian dari antisipasi pemilu,” tutur dia.
Selain itu, kata William, pelemahan IHSG merupakanefek dari bobot saham-saham Prajogo Pangestu yang terkena imbas sentimen indeks MSCI.
Misalnya saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang mengalami pelemahan hingga menyentuh auto rejection bawah ARB, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra dan PT Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Di sisi lain, menurut William,saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) pun turut menekan IHSG. Itu tercermin pada pelemahan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan koreksi sehat pada big caps saham-saham perbankan.
Baca Juga
“Jadi, pada perdagangan kemarin, sebenarnya bisa saja IHSG ditutup menguat atau melemah tipis seandainya tidak ada efek dari saham-saham Prajogo Pangestu tersebut,” papat dia.
William mengemukakan, investor asing pun masih optimistis terhadap fundamental pasar saham domestik. Itu ditunjukkan oleh aksi beli bersih (net buy) yang dapat membuka peluang bagi penguatan IHSG lebih lanjut.
“IHSG masih dalam posisi menguat dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.400,” tandas William.

