Pasar Obligasi Masih Menarik
JAKARTA, investortrust.id - Pasar obligasi masih menarik di tengah ketidakpastian pasar. Itu karena Bank Sentral AS, The Fed, masih mungkin memangkassuku bunganya tahun ini.
“Namun perlu dicermati dalam jangka pendek, volatilitas masih dapat terjadi karena faktor ketidakpastian suku bunga The Fed,” ujar Portfolio Manager Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Laras Febriany dalam riset Seeking Alpha Edisi Mei 2024 MAMI, dikutip Minggu (26/5/2024).
Baca Juga
Suku Bunga Acuan Tinggi, Pefindo Proyeksikan Penerbitan Obligasi Korporasi Rp 155,46 Triliun
Menurut Laras, pada kuartal II-2024, ekspektasi pasar terhadap pasar modal, termasuk obligasi, berubah. Hal itu diikuti volatilitas tinggi dan sentimen yang kurang kondusif.
Namun seiring berjalannya waktu, kata Laras, pasar pun melakukan penyesuaian. Alhasil, volatilitas mereda dan sentimen positif mulai pulih.
“Yang perlu kita ingat, secara keseluruhan perekonomian global tahun ini diperkirakan masih bertumbuh. Inflasi global juga dalam tren menurun,” papar dia.
Laras Febriany mengungkapkan, fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga kuat. Selain itu, katalis-katalis positif masih cukup untuk menopang pasar finansial.
Terlebih, menurut Laras, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi global tahun ini tumbuh 3,2%.
Baca Juga
“Penopang utamanya adalah kawasan negara berkembang yang diproyeksikan tumbuh 4,2%, disusul oleh kawasan negara maju yang tumbuh 1,7%,” tutur dia.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, pada 22 Mei 2024, imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun berada di level 6,8787%, turun dari hari sebelumnya di posisi 6,8937%. Sedangkan yoed SUN tenor lima tahun 6,8346% menjadi 6,8142%.

