Harga Bitcoin Gagal Lanjutkan Penguatan, Ethereum Kian Bersinar
Harga Bitcoin (BTC) sedikit mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (22/5/2024) pagi. Pada pukul 07.55 WIB pagi ini, BTC merosot 1,65% ke posisi US$ 70.088,67 setelah sehari sebelumnya melonjak hampir ke US$ 72.000, kenaikan pertamanya ke level ini dalam lebih dari sebulan.
Kenaikan BTC kemarin terjadi menjelang pemungutan suara pada Undang-Undang FIT21 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dan lonjakan pembelian spot serta arus masuk ETF BTC.
Namun sayangnya kenaikan harga BTC terhenti dan diikuti oleh altcoin lainnya. Pasar kripto global pun harus terhempas dengan total kapitalisasi pasar merosot 0,85% ke US$ 2,6 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Adapun Solana (SOL) turun 4,38% ke US$ 178,22 dalam 24 jam terakhir. Begitupun dengan XRP yang melemah 1,06% menjadi US$ 0,53.
Baca Juga
Bitcoin Berbalik Arah, Menguat Hingga Tembus ke Level US$ 71.000-an
Sedangkan Ethereum (ETH) harganya masih mampu menguat hingga US$ 3.782,07 usai menguat 2,44% dalam 24 jam terakhir. Senada, BNB juga sama naik 2,81% ke US$ 620,54 dan Dogecoin (DOGE) naik 2,92% ke US$ 0,17.
Ethereum pun lantas memimpin reli altcoin, didorong oleh optimisme baru terkait persetujuan ETF spot ETH oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Pengumuman ini diharapkan pada 23 Mei, namun spekulasi tentang kemungkinan persetujuan telah mempengaruhi pasar.
Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa minat terbuka notional, yang mewakili total nilai dolar dari kontrak futures ether yang aktif, naik 25% menjadi US$ 14,05 miliar dalam 24 jam terakhir. Ini melebihi rekor sebelumnya sebesar US$ 13,2 miliar yang tercatat pada Maret.
Baca Juga
Simak Potensi Bitcoin Pekan Ini, Tren Bullish Berlanjut atau Bearish?
Bersamaan dengan itu analis Bloomberg telah meningkatkan probabilitas persetujuan SEC untuk ETF spot Ether dari 25% menjadi 75%, mengutip proses pengajuan yang dipercepat. Potensi persetujuan ETF spot ETH tidak hanya mendorong harga Ethereum, tetapi juga memicu reli pasar yang lebih luas.
Sementara secara teknikal, dikutip dari Tokocrypto, BTC menghadapi resistensi kritis di kisaran US$ 69.000-US$ 72.000. Bitcoin sempat melonjak di atas US$70.000 pada hari Jumat (18/5/2024) dalam perdagangan yang bergejolak, menarik perhatian komunitas investasi. Harganya naik hingga US$ 70.275 sebelum turun cepat ke US$ 69.317,72. Sejak itu, BTC tetap berada di sekitar US$ 69.800. Lonjakan aktivitas perdagangan ini menimbulkan spekulasi bahwa fase konsolidasi baru-baru ini telah berakhir.
Dengan Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran beberapa ratus dolar dari US$ 70.000, EMA 20 hari berada di US$ 64.371, dan RSI positif menunjukkan bahwa penembusan ke atas lebih mungkin terjadi. Jika berhasil mengatasi resistensi di US$ 68.000, harga BTC diperkirakan menuju US$ 73.777 dan tertinggi sepanjang masa. Namun, level ini dapat memicu reaksi bearish yang kuat.
Lonjakan ini mengejutkan banyak orang karena jumlah transaksi whale, yang terdiri dari BTC senilai setidaknya US $100.000, turun sebesar 51% selama lima hari terakhir.
Jika resistensi kritis di US$ 67.500 berhasil dilewati, harga Bitcoin berpotensi melonjak lebih tinggi dan mendekati level tertinggi sepanjang masa.

