Sabet The Best Liquidity InvestorTrust Company 2024, Ini Strategi Telkom (TLKM) Hadapi Persaingan
JAKARTA, investortrust.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berhasil menyabet penghargaan The Best Liquidity InvestorTrust Company 2024 dalam malam anugerah The Best InvestorTrust Companies 2024 yang digelar oleh portal berita dan data ekonomi independent investortrust.id, Kamis (16/5/2024).
Assistant Vice President (AVP) Shareholder Relations Telkom Achmad Faisal menilai, The Best InvestorTrust Companies bisa menjadi stimulan bagi emiten-emiten di Tanah Air untuk berkompetisi. Tahun ini, merupakan kali kedua emiten bersandi TLKM itu ikut acara tersebut.
"Acara ini sangat positif, karena menstimulasi kita untuk berkompetisi. Tahun lalu, kami dapat dua penghargaan tetapi tahun ini hanya satu [penghargaan]. [penilaiannya] fair dan obyektif. Kami mengaku bahwa performa kita tahun ini miss [tidak sesuai] dari consensus Bloomberg dan para analis," katanya Ketika ditemui di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat usai malam anugerah The Best InvestorTrust Companies.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Pede Starlink Tak Gerus Pengguna Telkomsel dan Indihome
Faisal mengungkapkan, tidak mudah bagi TLKM untuk tumbuh dengan kapitalisasi pasar yang mendekati Rp 300 triliun. Apalagi dibandingkan dengan emiten operator telekomunikasi lainnya dengan kapitalisasi pasar lebih kecil dan lini bisnis yang tidak sebanyak Telkom.
Sebagai catatan, Telkom membagi bisnisnya ke dalam tiga domain yang meliputi digital connectivity (konektivitas digital), digital platform (platform digital), dan digital services (layanan digital). Tentu saja, seluruhnya saling terintegrasi satu sama lain dalam sebuah ekosistem.
"Secara agregat cukup tinggi, kita optimistis untuk hal itu. Kita belajar dengan penghargaan The Best Liquidity Company. Likuiditas membuat kita bisa lebih leluasa untuk berekspansi. Semoga tahun-tahun berikutnya ita bisa mendapatkan penghargaan lebih dari ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Faisal memaparkan strategi yang dilakukan oleH Telkom untuk meningkatkan kinerjanya hingga akhir tahun ini. Salah satunya adalah meningkatkan cakupan wilayah layanan konvergensi atau fixed-mobile convergence (FMC) yang mengintegrasikan layanan seluler dan jaringan kabel serat optik (fixed broadband).
Baca Juga
Telkom Indonesia (TLKM) Putuskan Dividen Rp 17,68 Triliun atau Rp 178,5 per Saham
"Kita mau lebih agresif lagi, ketika tahun lalu diserang kompetitor, kita diam. Sekarang sudah agak menggigit ya. Kompetitor menyerang di luar Jawa, di Jawa, kita serang balik, di luar jawa juga," ungkapnya.
Faisal mengungkapkan, layanan FMC sukses meningkatkan kontribusi pendapatan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), anak usaha yang bergerak di layanan seluler. Tak tanggung-tanggung, kontribusi Telkomsel berhasil terdongkrak ke 75% berkat masifnya penetrasi FMC.
Pada 2023, Telkom mencatatkan pendapatan sebesar Rp149,2 triliun atau tumbuh 1,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Kenaikan tersebut diiringi dengan kenaikan laba bersih hingga 18,3% (yoy) sebesar Rp24,6 triliun.
"Sebelum inisiatif FMC kontribusi Telkomsel hanya 60% dari pendapatan Telkom keseluruhan. Sekarang ditambah dengan inisiatif FMC jadi 75%, sangat signifikan [kenaikannya]. Harus dijaga kontribusi dan pertumbuhan dari bisnis existing [yang sudah ada]," tutur Faisal.
Kehadiran Starlink
Terkait dengan kehadiran Starlink, Faisal menyebut memang perlu diwaspadai. Namun, bagaimanapun juga konektivitas menggunakan jaringan berbasis kabel serat optik masih lebih baik dan kompetitif dari segi harga.
"Konektivitas menggunakan satelit tergantung sama cuaca dan ada banyak gangguan. Jaringan berbasis kabel serat optik masih unggul. Beruntungnya sekarang di Jawa dan Sumatra, di kota-kota pusat ekonomi sudah terpenetrasi jaringan kabel serat optik," paparnya.
Biaya layanan Starlink menurut Faisal juga terbilang tinggi, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan yang menjadi target pasarnya. Oleh karena itu, Telkom meyakini layanan internet berbasis satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) itu bukan lawan sepadan bagi layanan jaringan berbasis kabel serat optik dan seluler.
Baca Juga
Telkom Indonesia (TLKM) Ubah Direksi Telkomsel, Ini Susunannya
Melalui laman resminya, Starlink menyatakan bahwa harga langganan paket termurahnya untuk pelanggan pribadi tanpa batas penggunaan (unlimited) adalah Rp 750.000 per bulan. Biaya tersebut belum termasuk harga perangkat untuk menangkap sinyal Rp 7.800.000 dan biaya pengiriman Rp 345.000.
Melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Satelit (Telkomsat), Telkom sudah bekerja sama dengan Starlink untuk pengalur jaringan atau backhaul. Telkomsat dengan hak labuhnya memanfaatkan kapasitas yang dimiliki Starlink untuk menyalurkan internet di daerah 3T dengan total kapasitas 180 gigabit per detik (Gbps).
"Pada saatnya akan dikoneksikan satelit dengan layanan seluler dan layanan [berbasis kabel] fiber [serat] optik yang semuanya adalah bagian dari ekosistem Telkom," pungkasnya.
Grafik Saham TLKM

