Telkom Indonesia (TLKM) Putuskan Dividen Rp 17,68 Triliun atau Rp 178,5 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan membagikan dividen tunai senilai total Rp 17,68 triliun atau Rp 178,5 per saham dari laba bersih tahun buku 2023 yang sejumlah Rp 24,55 triliun.
Dengan begitu, dividend payout ratio (DPR) yang dibagikan Telkom setara dengan 72% dari perolahan laba bersih tahun buku 2023. Jumlah dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom di Four Season Jakarta, Jumat, (3/5/2024).
“Dividen tunai 72% dari laba bersih atau Rp 17,68 triliun atau Rp 178,5 per saham. Laba ditahan 28% dari laba bersih atau Rp 6,87 triliun,” tertulis dalam presentasi di RUPST tersebut.
Telkom mencatat kinerja keuangan yang positif sepanjang 2023. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 149,2 triliun atau tumbuh 1,3% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp 77,6 triliun dengan EBITDA margin pada 52%.
Baca Juga
Sementara itu, laba bersih perseroan tumbuh dua digit sebesar 18,3% (yoy) menjadi Rp 24,6 triliun per akhir 2023. Pencapaian positif ini dikontribusi oleh pertumbuhan bisnis Data, Internet & IT Service yang tumbuh 6,5% (yoy) menjadi Rp 87,4 triliun.
Adapun IndiHome dan layanan Interkoneksi juga catat pertumbuhan pendapatan yang cukup memuaskan pada 2,7% (yoy) dan 7,0% (yoy).
Ririek juga menegaskan, Telkom mampu mencatat kinerja positif karena fokus pada transformasi dan implementasi strategi utama 5 Bold Moves.
Capaian tersebut, diakui tidak mudah didapat, di tengah tantangan yang ada seperti persaingan bisnis, jangkauan infrastruktur, regulasi, hingga kebutuhan akan partnership dan investasi.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Rebound Dua Hari Berturut-turut, Simak Kembali Target Harga Ini
“Namun apa yang Telkom raih saat ini, menunjukkan sinyal positif dan mendorong kami untuk terus melanjutkan transformasi,” jelas Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah beberapa waktu lalu.
Pada segmen Mobile dan Consumer, Telkomsel selaku anak usaha Telkom mencatatkan kinerja positif mencapai Rp 102,4 triliun. Pencapaian tersebut utamanya didorong pertumbuhan bisnis digital hingga 7,6% (yyo) menjadi Rp 78,5 triliun dengan kontribusi dari total pendapatan sebesar 88% dari tahun sebelumnya 81,9%.
Telkomsel terus fokus pada peningkatan market share dengan jumlah pelanggan mobile mencapai 159,3 juta dan pelanggan IndiHome residensial (B2C) 8,7 juta pada akhir 2023.
Implementasi Fixed Mobile Convergence yang ditandai dengan penggabungan usaha IndiHome ke Telkomsel mulai menunjukkan sinyal positif. Telkomsel kian fokus pada produktivitas market share melalui pendekatan yang berprioritas pada pelanggan dengan mengoptimalkan prinsip Customer Value Management (CVM).
Efisiensi baik dari belanja modal maupun belanja operasional pun mulai dijalankan dan diproyeksikan dapat memperlihatkan hasil yang baik sebagaimana yang direncanakan oleh perseroan.
Diharapkan seiring proses dan waktu yang terus berjalan, potensi peningkatan revenue dari sinergi keduanya dapat menunjukkan hasil yang baik. (CR-10)

