Kuartal I-2024, Laba PIK2 (PANI) Anjlok 63,97%
JAKARTA, investortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 membukukan penurunan laba periode berjalan sebanyak 63,97% menjadi Rp 272,11 miliar pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 446,18 miliar.
Manajemen PANI dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Senin (29/4/2024), menyebutkan bahwa penurunan laba tersebut dipicu atas penurunan pendapatan bersih dari Rp 877,43 miliar menjadi Rp 640,35 miliar.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Raup Marketing Sales Rp 1,5 Triliun, Target 2024 Optimistis Tercapai
Penurunan tersebut memicu laba per saham perseroan turun dari Rp 13,23 menjadi Rp 7,83 per saham. Sedangkan total aset perseroan melesat menjadi Rp 34,93 triliun dan libilitas senilai Rp 15,57 triliun.
Pergerakan Harga Saham PANI Ytd
Hingga Maret 2024, PIK2 membukukan penjualan marketing properti (marketing sales) senilai Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2024. Angka tersebut setara dengan 27% dari target tahun ini total Rp 5,5 triliun.
Berdasarkan segmentasi, kavling tanah komersial sebagai segmen bisnis dengan penyumbang terbesar penjualan marketing kuartal I-2024. Penjualan lainnya datang dari segmen rumah tapak dan penjualan segmen produk komersial.
Baca Juga
Kemenko Perekonomian: Tidak Ada Pertimbangan Teknis Penetapan PSN BSD (BSDE) dan PIK 2 (PANI)
Manajemen PANI mengungkap bahwa kenaikan signifikan pra-penjualan tersebut didukung tingginya minat masyarakat untuk membeli properti di Indonesia, terutama segmen pasar yang diusung perseroan. Peningaktan tersebut juga datang dari dukungan pemerintah terhadap sektor properti.
Raihan marketing sales Rp 1,5 triliun tersebut menggambarkan kenaikan 177% dari periode sama tahun lalu Rp 534 miliar. “Tercapainya kenaikan ini, sebagian besar dipengaruhi Keputusan PANI menuntaskan akuisisi 7 anak perusahaan baru yang kini sudah gencar meluncurkan 12 proyek baru. Anak usaha tersebut mulai berkontribusi terhadap penjualan marketing perseroan kuartal I tahun ini,” tutur Dirut PANI Sugianto Kusuma.
Baca Juga
PANI Ungkap Rencana Pengembangan Setelah Masuk PSN, Estimasi Investasi Rp 40 Triliun
Lebih lanjut, Sugianto mengatakan, sebagai pengembang yang sudah berpengalaman lebih dari 50 tahun, PANI berupaya melakukan inovasi dan meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar yang akan ditranslasikan menjadi target marketing sales.
Dia menambahkan, perusahaan besutan Salim Grup dan Agung Sedaya Grup ini akan memegang komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan dan menjalankan strategi usaha yang telah dirancang sedemikian rupa untuk sampai ke tujuan jangka menengah dan jangka panjang, paling tidak 5 tahun dari sekarang.

