Diobral Asing hingga Lanjut Koreksi, Simak Kembali Target Harga Saham BRI (BBRI) dari 4 Sekuritas Ini
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali catatkan penurunan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/4/2024). Aksi jual investor asing terhadap saham bank pelat merah ini juga kembali berlanjut.
Pelemahan saham BBRI ini berbanding terbalik dengan tiga saham bank papan atas lainnya yang justru rebound. Berdasarkan data, saham BBRI turun Rp 60 (1,24%) menjadi Rp 4.770. Penurunan ini berbanding terbalik dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp 175 (1,82%) menjadi Rp 9.800, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 175 (2,59%) menjadi Rp 6.925, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp 75 (1,46%) menjadi Rp 5.225.
Baca Juga
Dukung Pertumbuhan, Ini Bocoran Strategi BRI pada Tahun 2024
Penurunan harga tersebut dipicu atas berlanjutnya aksi jual (net sell) saham BBRI oleh investor asing mencapai Rp 1,02 triliun pada perdagangan hari ini. Dengan demikian, total net sell saham BBRI sepanjang April 2024 berjalan telah mencapai Rp 8,60 triliun atau menyumbang 56% terhadap total net sell saham di BEI sepanjang April berjalan mencapai Rp 15,35 triliun.
Lalu, apa yang menjadi pemicu utama penurunan saham BBRI dalam beberapa pekan terakhir? Sejumlah analis menyebutkan faktor utama penekan berasal dari penurunan kualitas aset bank BUMN terbesar ini, seiring dengan penurunan kualitas aset perseroan yang ditunjukkan dengan kenaikan NPL menjadi 3,11% hingga akhir Maret 2024.
Meski menunjukkan penurunan kualitas aset, hampir seluruh analis tetap memberikan pandangan positif terhadap saham BBRI dengan target harga masih menggiurkan dalam jangka panjang.
Di antaranya, OCBC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengant arget harga Rp 6.000. “Kami tetap optimistis terhadap prospek saham BBRI didorong, yaitu pertumbuhan mikro yang kuat, khususnya Kupedes dan ekspektasi kualitas aset tetap dapat dikelola dengan baik,” tulisnya tim OCBC dalam riset terbarunya.
Baca Juga
OCBC juga memberikan pandangan positif terhadap upaya BBRI untuk focus penguatan CASA dengan penguatan transformasi digital. Perseroan juga didukung pengelolaan likuiditas yang kuat.
Pandangan positif terhadap saham BBRI juga datang dari CGS CIMB Sekuritas dengan merekomendasikan add saham BBRI pada target harga Rp 6.500. Begitu juga dengan Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.400.
Analis CGS CIMB Sekuritas Hendy Noverdanius, Utami Ratnasari, dan Owen Tjandra mengatakan, raihan laba bersih BBRI sepanjang kuartal I-2024 masih sesuai dengan estimasi atau merefleksikan 24% dari target CIMB Sekuritas dan 24% dari perkiraan konsensus analis.
Baca Juga
Bos BRI Harap Era Suku Bunga Tinggi Berakhir di Semester II 2024
Pandangan positif terhadap prospek saham BBRI juga datang dari Sucor Sekuritas Edward Lowis. Menurut dia, BBRI tengah menghadapi tantangan, khususnya penyaluran kredit segmen usaha kecil dan menengah, yang berkontribusi sebanyak 65% dari total kredit perseroan.
Target harga tinggi atas saham BBRI juga datang dari tim riset Mandiri Sekuritas. Meski realisasi pertumbuhan laba bersih perseroan melambat akibat peningkatan biaya kredit dan biaya dana, saham BBRI tetap dipertahankan beli dengan target harga Rp 6.700.
Pergerakan Harga Saham BBRI Ytd

