Konsisten Tumbuh Kuat, Begini Target Harga Saham BTN (BBTN)
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil menunjukkan konsistensi pertumbuhan kinerja keuangan kuat, seiring dengan kemampuan mendongkrak pertumbuhan kredit, ekspansi ke segmen high yield dan KPR komersil serta menekan biaya kredit (cost of credit/CoC) sepanjang kuartal I-2024.
Di sisi lain, perseroan berhasil memacu dana murah melalui penguatan kapabilitas digital dan secara bertahap mengurangi simpanan berbunga tinggi dari nasabah institusi. Hal ini diindikasikan peningkatan rasio CASA BBTN menjadi 50% pada kuartal I-2024 sejalan dengan pertumbuhan simpanan sebanyak 11,9%.
Baca Juga
CASA Naik 5,2%, Begini Strategi BBTN Kerek Dana Murah Lebih Besar
Sementara itu, peningkatan biaya dana (cost of fund/CoF) pada tiga bulan pertama 2024 juga dialami perbankan besar lainnya. Biaya dana menjadi isu industri perbankan sejak pertengahan 2023 silam imbas kenaikan bunga acuan, inflasi, harga pangan dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
“Realisasi kinerja keuangan, pendapatan dan laba bersih BTN sudah sesuai dengan harapan kami. Laba bersih kuartal I-2024 merefleksikan 23% dari target CIMB Sekuritas dalam setahun dan 22% dari target konsensus analis dalam setahun,” tulis analis CGS CIMB Sekuritas Handy Noverdanius, Utami Ratnasari, dan Owen Tjandra dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pergerakan Harga Saham BBTN Ytd
CIMB Sekuritas melanjutkan realisasi kinerja yang memuaskan sepanjang kuartal I-2024 tersebut memperkuat optimisme terhadap keberhasilan BTN untuk merealisasikan target pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun ini. Apalagi dengan adanya komitmen kuat manajemen BTN untuk fokus menekan sumber dana berbiaya tinggi dan mengerem pertumbuhan kredit untuk menjadi tingkat marjin (profitabilitas).
“Dengan kenaikan BI Rate baru-baru, BTN tetap optimistis terhadap NIM berkisar 3,8% tahun ini atau lebih tinggi dari realisasi kuartal I-2024 sekitar 3,3%,” tulisnya.
Baca Juga
Raih Penghargaan LinkedIn, Erick Thohir Apresiasi Keberhasilan Transformasi BTN
Keberhasilan tersebut mendorong CIMB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham BBTN dengan target harga Rp 1.850. Faktor utama pendorong target harga tersebut adalah realisasi kinerja keuangan BTN kuartal I yang kuat ditambah dengan upaya perseroan untuk terus menekan biaya dana guna mengerek NIM.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan target kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,78 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 3,50 triliun. PPOP perseroan juga diharakan naik menjadi Rp 8,59 triliun, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 7,22 triliun.
Sedangkan sentimen yang bisa mempengaruhi pergerakan saham BBTN dalam waktu dekat datang dari pengumuman hasil due diligence terkait spin off unit usaha syariah dengan mengakuisisi bank syariah. Sentimen lainnya datang dari realisasi penjualan aset-aset bermasalah dengan target Rp 2 triliun.
Pelaku pasar berharap BTN bersikap profesional dan rasional dalam melakukan akuisisi bank syariah. Apapun hasil due diligence dan bentuk rekomendasi selanjutnya mesti dibingkai dalam konteks dapat memberikan “nilai tambah” bagi shareholders. Artinya, apabila hasil due diligence ternyata tidak sesuai harapan, manajemen justru disarankan untuk meninjau ulang rencana akuisisi.
Baca Juga
BTN Revisi Target Pertumbuhan Kredit Usai BI Rate Naik Jadi 6,25%
Hingga Maret 2024, BTN Berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 7,4% dari Rp 801 miliar menjadi Rp 860 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan total pendapatan dari Rp 3,99 triliun menjadi Rp 4,23 triliun. Begitu juga dengan PPOP naik dari 1,76 triliun menjadi Rp 1,81 triliun.
Kenaikan kinerja keuangan yang kuat ini didukung pertumbuhan kredit mencapai 14,8% pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan peningkatan 3,2% dari kuartal IV-2023.
Selain pertumbuhan kredit, BTN berhasil menunjukkan perbaikan lainnya, seperti biaya kredit (CoC) turun dari 1,05% pada kuartal I-2023 menjadi 0,80%. LAR turun dari 24,18% menjadi 21,60%, NPL turun dari 3,54% menjadi 3%, dan CAR turun dari 21,21% menjadi 19%.
Estimasi Kinerja Keuangan BTN
Sumber: CGS CIMB Sekuritas

